Jumat, 15 Dec 2017
radarsurabaya
icon-featured
Hukum & Kriminal Surabaya

4 Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online, Diantaranya Pasangan Nikah Siri

Selasa, 05 Dec 2017 21:56 | editor : Abdul Rozack

PEMBUNUH: Para pelaku perampokan dengan kekerasan atas sopir taksi online di Bangkalan

PEMBUNUH: Para pelaku perampokan dengan kekerasan atas sopir taksi online di Bangkalan (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN–Empat pelaku perampokan dan pembunuhan sopir online Uber Ali Gufron, 23, warga Kedinding Lor Gang Kemuning 7, Kenjeran, Surabaya, ternyata melibatkan pasangan suami istri (pasutri). Hal ini terungkap setelah Polres Bangkalan berhasil menciduk pasutri itu saat akan menjual mobil Avanza hasil rampokan ke Kecamatan Klampis, Bangkalan.

Empat pelaku yang ditetapkan tersangka langsung ditahan di Mapolres Bangkalan. Mereka adalah Febry Ika Pramata, 23, warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Nganjuk; Rusdianto, 35, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan; Zainal Arifin, 33, warga Desa Jukong, Kecamatan Labang, Bangkalan; dan Dewi Agustina, 23, asal Desa Pamolokan, Kecamatan Sumenep.

Zainal Arifin dan Dewi Agustina merupakan pasutri. Mereka telah melangsungkan nikah siri.

Peristiwa itu berawal Sabtu (25/11) sekitar pukul 15.00. Para pelaku berkumpul di rumah Rusdianto, mereka berempat merencanakan dan mencari target perampokan.

Kemudian, Zainal pergi ke kawasan Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Dia langsung mencari sasaran sopir mobil taksi online. Modusnya, dengan cara meminta bantuan seorang tukang ojek online berinisial ABR agar membantunya memesankan taksi online.

Tak berselang lama, Ali Gufron datang dengan mengendari mobil Toyota Avanza dengan Nopol L 1537 PT. Zainal langsung meminta antar ke rumah Rusdianto di Desa Langkap, Kecamatan Burneh.

Tanpa pikir panjang, Ali Gufron langsung mengantarkan Zainal dengan mobil berwarna putih itu. Setiba di rumah Rudianto, Dewi dan Febry ikut menaiki Mobil tersebut. Alasannya, untuk menjemput anaknya.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.00, mereka bertiga meminta Ali Gufron untuk melanjutkan perjalanan. Namun sebelum berangkat, para pelaku sudah mempersiapkan senjata tajam (sajam) jenis pisau panjang milik Zainal. Sajam itu dibawa Febry.

Setiba di pinggir Jalan Raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Zainal meminta Ali menghentikan mobilnya dan memintanya turun. Tanpa rasa curiga, Ali menuruti permintaan Zainal.

Saat Ali turun, Zainal langsung memukul kepala bagian belakang korban hingga jatuh tersungkur. Zainal dibantu Febry mengangkat tubuh korban ke pinggir jalan raya.

Selanjutnya, Zainal menggorok leher korban hingga nyaris putus. Para pelaku menggasak barang berharga milik korban, yaitu hanphone, dompet, dan kendaraan mobil Avanza. Usai melakukan aksi bejatnya, mereka bertiga kembali ke rumah Rusdianto.

Pagi harinya, Minggu (26/11) sekitar pukul 06.00, warga menemukan mayat korban di tempat kejadian perkara (TKP). Saat itu identitas korban belum diketahui. Baru pada Selasa (28/11) sekitar pukul 06.00, polisi memastikan mayat tersebut merupakan Ali Gufron.

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia