Jumat, 15 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Istri Kecebur Sungai, Justru Suami yang Tewas

Selasa, 05 Dec 2017 21:35 | editor : Lambertus Hurek

Istri Kecebur Sungai, Justru Suami yang Tewas

Kisah tragis dialami pasangan suami istri Agus Sucipto, 40, dan Erwantini, 35, warga Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi. Senin (4/11) lalu sekitar pukul 18.30, Erwantini kecebur sungai Kedunguling, Desa Tenggulunan, Candi. Sang suami Agus Sucipto berusaha menyelamatkan, namun justru nyawanya sendiri yang tidak terselamatkan. Bahkan jasadnya baru ditemukan 14 jam kemudian, tepatnya pukul 09.45, Selasa (5/12), satu kilometer dari lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo, kejadian berawal saat Erwantini terjatuh dari sepeda motor saat melewati sungai Kedunguling. Agus menyelamatkan istrinya. Namun, arus sungai membuat Agus hanyut dan hilang. Sebaliknya, Erwantini berhasil diselamatkan warga.

Ada dugaan, sebelum kejadian pasutri ini sedang cekcok. Kanitreskrim Polsek Candi Iptu Isbahar Buamona mengatakan dari keterangan saksi Soni dan Sugiono (warga yang ada di sekitar lokasi saat kejadian), keduanya terlibat pertengkaran yang belum diketahui apa penyebabnya. 

Saat itu mereka berdua menyeberangi sungai Kedunguling dengan posisi Agus berjalan kaki. Di belakangnya istrinya mengendarai sepeda motor Honda Supra W 3138 VN. “Mereka ini cekcok dan didengar oleh kedua saksi ini. Kemudian keduanya menyeberang dan tetap bertengkar,” kata Isbahar Buamona.

Tak lama kemudian, dari kejauhan terdengar suara Agus marah-marah. Agus juga berkata “aku njebur lho”. Di luar dugaan, justru 

Erwantini yang mengendarai sepeda motor terpeleset karena kondisi jalan yang licin usai hujan. Erwantini terpental dan tercebur ke sungai. 

“Suami yang tadinya cekcok terkejut melihat istrinya tercebur sungai. Diduga secara spontan ia juga menceburkan diri ke sungai hendak menolong,” jelasnya.

Namun sayang, bermaksud hendak menolong istrinya malah Agus yang terseret arus. Agus yang baru saja menderita stroke ringan itu ikut bahkan hilang. “Warga sempat melihat keduanya berpelukan ketika terseret arus. Setelah itu, yang terlihat hanya Erwantini, sementara sang suami tidak diketahui keberadaannya,” lanjut Isbahar Buamona.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan kepada keduanya. Masalahnya, saat warga datang, yang terlihat hanya Erwantini. Warga pun mengulurkan kayu untuk berpegangan kemudian ditarik ke daratan. Sedangkan Agus sudah tidak terlihat.

Polsek Candi yang mendapat informasi tersebut langsung ke lokasi kejadian dan menghubungi tim rescue BPBD Sidoarjo dan tim Basarnas. Malam itu, pencarian Agus dilakukan hingga pukul 24.00. Pencarian berhenti karena kondisi di sekitar lokasi gelap dan tidak memungkinkan dilanjutkan.

Pencarian terhadap korban kembali dilakukan Selasa (5/12) pukul 06.00. Pencarian dilakukan dengan mengaduk air sungai agar korban yang kemungkinan berada di dasar sungai terangkat. Sekitar pukul 09.45, korban ditemukan tersangkut di bawah rel kereta api belakang PT ECCO, Candi. 

“Korban langsung kami evakuasi ke RSUD Sidoarjo dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” tuturnya.

Iptu Isbahar mengatakan, dari keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan, korban meninggal karena banyak kemasukan air. Sementara ditemukan beberapa luka di dada korban itu karena tersangkut dan terkena benda saat terseret air. “Kami masih belum bisa menanyai istri korban karena masih syok berat,” ucapnya.

Dikatakan pula, pihaknya belum tahu penyebab cekcok yang terjadi pada pasangan tersebut. Dari informasi yang dihimpun, keduanya ini cekcok sejak dari rumah ibunya yang tak jauh dari lokasi. Diduga saat dibonceng istrinya, korban ini tidak sengaja menumpahkan kuah makanan dan mengenai sang istri. “Kepastiannya masih belum ketahui karena istri korban belum bisa dimintai keterangan dan masih berduka,” katanya. (gun/jee) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia