Sabtu, 16 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Risma: Pertahankan Kampung Bercirikan Arek Surabaya

Senin, 04 Dec 2017 13:40 | editor : Wijayanto

MERIAH:  Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi  (delapan dari kiri), Walikota Surabaya Tri Rismaharini  (sembilan dari kiri), Nanis Chairani Kepala DP5A (sepuluh dari kiri), AKBP Suparti Kepala BNNK Surabaya (sebelas dari kiri), Direktur Radar Surabaya

MERIAH: Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi (delapan dari kiri), Walikota Surabaya Tri Rismaharini (sembilan dari kiri), Nanis Chairani Kepala DP5A (sepuluh dari kiri), AKBP Suparti Kepala BNNK Surabaya (sebelas dari kiri), Direktur Radar Surabaya (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Puncak kampung pendidikan 2017 sudah selesai digelar. RW 05 Kelurahan Kedurus keluar sebagai best of the best dalam Awarding yang dilakukan di Taman Surya, Minggu (3/12).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya mengajak, semua warga untuk menjaga anak-anak agar tidak lepas dari pantauan orang tua. Dirinya tidak ingin ada anak Surabaya yang terjerumus dalam kenakalan remaja. 

“Program ini akan sangat membantu, dimana anak kita dalam track yang benar. Menjadi pilar bangsa dan negara yang akan mendirikan untuk kemajuan bangsa n negara,” kata Tri Rismaharini, kemarin.

Ajakan wali kota kelahiran Kediri ini tidak lepas dari kedepan persaingan generasi penerus bakal luar biasa. Kalau anak dijaga dengan benar, kemudian salah arah serta salah asuh. Lalu terlepas dari pantauan bisa berbahaya.

Ancamannya tidak hanya narkoba dan kenalakan remaja. Tapi yang menyedihkan itu kalau mereka hanya menjadi penonton di kotanya sendiri. Padahal selama ini, pihaknya sudah menyiapkan Surabaya menjadi kota modern yang siap memiliki daya saing di dunia internasional.

Bagi Risma, anak Surabaya harus jadi tuan dan nyonya di kota sendiri. Bukan hanya menonton. Untuk itu dirinya mengajak mempersiapkan masa depan anak-anak. Menurutnya, tidak ada orang tua miskin, tak ada orang tua bodoh. Semua anak punya hak yang sama.

“Mei saya minta kampung  jadi tempat kunjungan orang luar (turis luar negeri). Saya minta dijaga bukan hanya lomba ini saja. Tapi bagaimana kampung kita bisa dinikmati oleh tamu. Ada beberapa kota yang akan dikunjungi oleh Unicef nantinya. Saya harap dijaga jadi kampungnya arek Surabaya,” urainya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini berharap dengan program ini anak-anak bisa berprestasi.  Bahkan dirinya sudah menyiapkan 10 anak di Surabaya untuk di sekolahkan di Liverpol. Tidak hanya itu saja, dirinya juga sedang berusaha merebut global inivation campus.

Jadi ada kampus internasional yang akan dibangun di dua tempat. Satu di Afrika dan satu lagi membidik Asia. Risma berjanji akan merebut tempat pertama agar kampus tersebut berada di kota pahlawan.

Acara yang digelar atas kerjasama antara Radar Surabaya dengan Pemkot Surabaya ini diharapkan bisa menjadikan kampung-kampung yang bercirikan kota pahlawan. Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa berperan aktif menjadi partner yang baik untuk pemkot dalam kegiatan positif seperti kampung pendidikan.

“Kami berharap bisa berkembang terus di Surabaya. Sehingga kita bisa ciptakan generasi muda yang bagus,” ujar Lilik Widyantoro.

Meski ada pemenang juara I, namun menurutnya, semua kampung adalah pemenang. Sebab, dari kampung tersebut lantas tercipta generasi yang baik. “Saya harap terus berlangsung tahun depan,” jelasnya.

Sementara itu, seusai menerima penghargaan best of the best Ketua RW 05 Kelurahan Keduru Edi Subiakto menuturkan, ini penghargaan yang baru pertama kali diikutinya. Namun langsung bisa menyabet juara umum.

“Antusiasime warga memang luar biasa untuk kampungnya pingin berubah,” kata Edi.

Dia pun berharap, agar kedepan kampung yang belum ikut untuk bisa ikut. Meski diakuinya untuk mengelola sebuah kampung tidak mudah. Perlu dana sebagai pendukungnya. Pengalamannya, kalau warga semua memberikan dukungannya, hal tersebut jadi ringan.

“Natural mereka sudah lakukan mereka juga sudah berpartisipasi sendiri merdeka dari sampah. Jadi  katakter cuman kami cari wadah yang tepat untuk pasion,” pungkasnya. (bae/rud) 

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia