Senin, 11 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Masjid Harus Jadi Tempat Perangi Berita Hoax

Sabtu, 25 Nov 2017 13:13 | editor : Wijayanto

AKRAB: Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat memberikan tausiyah dan berdiskudi dengan jamaah di masjid Al-Fallah. Menurutnya melalui kegiatan di masjid bisa menjadi media untuk mengklarifikasi dan menangkal berita hoax.

AKRAB: Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat memberikan tausiyah dan berdiskudi dengan jamaah di masjid Al-Fallah. Menurutnya melalui kegiatan di masjid bisa menjadi media untuk mengklarifikasi dan menangkal berita hoax. (BAEHAQI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Semakin liarnya berita hoax di media sosial diharapkan oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf bisa diantisipasi umat Islam dengan memanfaatkan pertemuan-pertemuan rutin di masjid sebagai ajang konsolidasi keumatan guna menangkal maraknya berita bohong tersebut. 

"Zaman dulu, para aulia, kiai dan ulama menjadikan waktu usai salat Jumat sebagai ajang diskusi keumatan, membahas berbagai masalah serta ajang untuk klarifikasi atau tabayun menangkal isu-isu yang tidak benar atau hoax," ujar wakil gubernur yang akrab disapa Gus Ipul tersebut saat memberikan tausiyah di masjid Al-Fallah, Jumat (24/11). 

Menurutnya, masjid selain tempat beribadah juga harus dijadikan lokasi utama mempersatukan umat. Berbagai hal bisa dibahas dan digerakkan dari masjid. Semua bermuara demi kesejahteraan umat. Ekonomi keumatan misalnya, juga bisa dibahas dan digerakkan dari masjid.

Dengan begitu diharapkan isu bohong yang sering muncul dan bisa mengancam kesatuan negara dan kebersamaan umat dapat diminimalisir. Diskusi-diskusi tersebut bisa dijadikan tonggak awal mengklarifikasi kebenaran berita. Sehingga masyarakat bisa mengetahui serta memilah mana berita yang benar dan salah. 

Sementara itu, saat berdiskusi dengan cara duduk di tengah jamaah yang melingkar. Berbagai permasalahan keumatan disampaikan. Beberapa jemaah juga sempat curhat, salah satu jamaah, Subakir asal Wonokromo menyampaikan permintaannya untuk lebih diperhatikan masalah peningkatan ekonomi di Madura. "Jembatan Suramadu sudah tersambung, saya berharap perekonomian warga Madura bisa segera meningkat," kata Subakir. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Ipul memaparkan berbagai program yang sudah direncakan pemprov. Salah satunya dengan melakukan perbaikan infrastruktur, juga pendidikan, layanan kesehatan dan kesejahteraan. Empat aspek itu menjadi pokok utama dalam peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). Kalau sudah tercapai peningkatan, bukan hal yang sulit untuk perekonomian masyarakat meningkat juga. 

"Banyak yang akan dilakukan untuk Madura, selain perbaikan infrastruktur, juga pendidikan, layanan kesehatan dan kesejahteraan. Khusus Sampang, Jatim saat ini juga fokus untuk menanggulangi banjir," ungkap wagub kelahiran Pasuruan tersebut. (bae/nur)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia