Rabu, 13 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Dibalik Lantunan Syair Dhungkah

Ada Jeritan Istri yang Ditinggal Suami Merantau

Jumat, 24 Nov 2017 10:32 | editor : Aries Wahyudianto

Wakil bupati Moch Qosim saat bergabung memainkan seni Dhungkah.

Syarat Nasehat : Wakil bupati Moch Qosim saat bergabung memainkan seni Dhungkah. (Dok/Radar Gresik)

Masyarakat Pulau Bawean memiliki kesenian dengan alat tumbuk padi sebagai alat musiknya.  Lesung kayu ini merupakan menumbuk padi tradisional.

Abdul basith/Wartawan Radar Bawean

Daerah lain menyebutnya dengan musik Lesung, masyarakat Bawean menyebutnya dengan musik Dhungka. Di Bawean, musik Dhungkah masih lestari. Biasanya, masyarakat setempat menggelar kesenian Dhungkah saat menjelang pesta pernikahan,  dengan memainkannya selama 7 hari berturut turut. Disamping itu, musi Dhungkah juga dimainkan saat menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke Bawean.

Untuk melestarikannya, seringkali diadakan lomba musik Dhungkah dalam rangka memperingati hari besar Islam ataupun memperingati HUT RI.

Muhammad Yamin, mengatakan Yang paling dikagumi dari musik dhungka adalah kekompakan para penabuhnya. Mereka semuanya adalah ibu-ibu rumah tangga. “Disamping harus kompak, juga menabuhnya dilakukan dengan keras hingga bunyinya bisa terdengar hingga radius 1 kilometer meski tanpa alat pengeras suara,” katanya.

Disamping irama suara lesung, keindahan musik Dhungka akan terdengar lebih syahdu saat berpadu dengan lantunan shalawat Nabi dan pantun bahasa Bawean.

Menurutnya, biasanya pantun berisi pesan moral dan kritikan sosial termasuk menceritakan keluh kesah seorang istri yang ditinggal suami bekerja diluar negeri. ”Mereka mengungkapkan rasa rindunya kepada sang suami lewat pantun,”ujarnya. 

Di lesung, terdapat tempat menghaluskan padi dan gagang pengangkat Lesung saat akan pindah tempat. Komponen-komponen tersebut ternyata bisa mengeluarkan variasi bunyi yang indah. Dengan kata lain, musik Dhungka merupakan musik sederhana tapi suaranya asyik. Saat ini, musik Dhungkah telah menjadi salah satu ikon wisata Bawean. (*/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia