Kamis, 14 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Gresik
LEGISLATIF

APBD Turun Karena Pusat

Jumat, 24 Nov 2017 09:57 | editor : Aries Wahyudianto

Bupati Sambari ketika menyampaikan jawaban di depan paripurna DPRD Gresik.

JAWABAN : Bupati Sambari ketika menyampaikan jawaban di depan paripurna DPRD Gresik. (ROFIK/RADAR GRESIK)

BUPATI Gresik Sambari Halim Radianto menyebut penurunan APBD lantaran dana transfer dari pemerintah pusat juga mengalami penurunan. Perbedaan alokasi anggaran antara RAPBD, RPJMD dan KUA-PPAS karena Dana Transfer dari Pemerintah yang tidak sesuai rencana.

Saat membacakan jawaban atas nota pandangan DPRD Gresik, Sambari mengatakan, estimasi pendapatan daerah disusun berdasarkan asumsi pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi dan potensi pendapatan daerah. Pemerintah daerah mengkaji semua potensi Pendapatan Daerah. “Termasuk dinamika didalamnya dengan mengoptimalkan intensifikasi dan ektensifikasi Pendapatan Daerah,” ungkap dia.

Dikatakan, Pendapatan Asli Daerah pada tahun anggaran 2018 diperkirakan mencapai 32 persen dari total pendapatan daerah. “Ketergantungan kepada pemerintah masih cukup besar namun secara nasional kemampuan Gresik sudah di atas rata-rata kemampuan kabupaten kota secara nasional,” terangnya.

Terkait dengan grand desain potensi pendapatan, lanjut dia, pihaknya sudah mencantumkan di dalam RPJMD perubahan. Pemerintah daerah selalu berusaha untuk meningkatkan pendapatan daerah. “Sudah ada di dalam perubahan RPJMD 2016-2021 terkait dengan grand desain pendapatan,” ungkap dia.

Sebelumnya, Fraksi-Fraksi di DPRD Kabupaten Gresik menyoroti turunnya target pendapatan APBD. Target yang ditetapkan pemerintah daerah lebih kecil dibandingkan dengan target yang ada di RPJMD 2016-2021. “Padalah, target RPJMD itu baru ditetapkan beberapa bulan lalu kenapa turun lagi,” ujar Tri Purwito anggota F-PDIP DPRD Gresik.

Ditambahkan, untuk grand desain potensi pendapatan pihaknya meminta agar digambarkan secara rinci. Sebab, selama ini estimasi pendapatan hanya dilakukan secara global tanpa dijelaskan titik-titik potensi yang ada. “Sehingga, kita kesulitan untuk menambah titik-titik potensi yang baru,” imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia