Sabtu, 16 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Gebyar UKM Indonesia 2017 Bagi-bagi Awards

Jangan Takut Ditiru, Bangun Networking

Rabu, 22 Nov 2017 17:15 | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Kabid Pemasaran Dinkop dan UKM Provinsi Jatim Achmad Basuki (baris depan kedua kiri) dan Fasilitator Markplus Institute Anang Supardi (baris depan keempat kanan) berfoto bersama para pemenang ICSB Indonesia Presidential Awards 2017 saat Gebyar U

SEMANGAT: Kabid Pemasaran Dinkop dan UKM Provinsi Jatim Achmad Basuki (baris depan kedua kiri) dan Fasilitator Markplus Institute Anang Supardi (baris depan keempat kanan) berfoto bersama para pemenang ICSB Indonesia Presidential Awards 2017 saat Gebyar U (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA–Kota Surabaya mendapat giliran menjadi tuan rumah Gebyar UKM Indonesia 2017 pada Selasa (21/11). Acara yang digelar MarkPlus, Inc, bersama Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia serta ICSB (International Council for Small Business) ini diadakan di studio 2 TVRI Stasiun Surabaya.

Acara ini dihadiri Manager Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Taufik Hidayat, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim Dr Mas Purnomo Hadi, MM, Bupati Pemkab Sidoarjo H Saiful Illah, SH, MHum, Kepala LPP TVRI Jawa Timur Kemas A. Tholib, dan President IMA Chapter Surabaya Dendy Sean T.

Ratusan pelaku UKM dari wilayah Gerbangkertosusila (Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan) hadir. Mereka begitu antusias bertanya dan memperoleh tips dari pelaku bisnis yang sudah sukses. Seperti Indi Naidha Wulandari pemilik Griya Batik Notohadinegoro. Selain itu. mereka juga mendapatkan tips cara mempublikasikan karya mereka melalui media dari Kepala Pemberitaan TVRI Mujianto.

Selain menggelar sesi tanya jawab, Gebyar UKM Indonesia 2017 kali ini juga memberikan penghargaan ICSB Presidential Award 2017.

ICSB Presidential Award  merupakan penghargaan untuk para akademisi, pemerintah daerah selaku pembuat kebijakan, dan pelaku bisnis yang memberikan kontribusi berarti pada majunya UKM di wilayahnya.

Peraih penghargaan ICSB Presidential Award 2017 kategori Policy Maker diberikan kepada Dinkoperindag Kabupaten Tuban, Dinkop dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banyuwangi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung.

Kategori Researcher & Academician diberikan kepada Universitas Ciputra Surabaya, dan UPT Inkubator Industri ITS Surabaya. Sedangkan kategori Business Practitioner diberikan kepada PT Pelindo III, Petrokimia Gresik, BNI Wilayah Surabaya, PT PJB Pembangkit Jawa Bali dan Angkasa Pura 1 Badara Udara Juanda.

Fasilitator MarkPlus Institute, Anang Supardi yang ditemui di sela sela acara mengatakan banyak pelaku UKM di Jawa Timur sukses. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat konsen membantu mereka. Namun beberapa UKM masih jalan di tempat karena beberapa hal.

Untuk menyiasati itu, ungkap Anang, pelaku UKM harus profesional dalam masalah keuangan dan meningkatkan produktivitasnya. “Langkah ini perlu dilakukan sebagai bahan pertimbangan bank saat akan memberikan pinjaman,” kata Anang.

Yang juga penting diperhatikan saat ini adalah membangun jaringan. Caranya dengan sering berkumpul dalam komunitas. “Inilah modal sosial. Kalau teman banyak, marketnya otomatis akan terbuka. Jangan lupa untuk terus menjalin network,” beber Anang.

Dengan banyak teman, semangat akan muncul. Kesempatan belajar, sharing dan ngomong bisnis akan mengembangkan usaha. “Tapi masih banyak yang takut ditiru kalau sharing. Itulah kelemahannya, tidak punya kepercayaan diri. Jangan takut ditiru, buat yang berbeda,” lanjut Anang.

Anang memberikan contoh penjual bakso.”Sama sama jualan bakso, tapi punya kelebihan sendiri. Misal pelayanan. Seperti senyum pengantaran, penyajian, penampilan dan kebersihan,” tuturnya.

Ia menambahkan, yang membuat pelaku UKM jalan di tempat karena mereka memulai saat usia tua. “Mereka masih dihantui kegagalan karena biasanya punya pengalaman gagal. Kalau nanti gagal lagi bagaimana?” ungkap Anang.

Anang menyarankan, selagi usia masih muda, gunakan kesempatan yang ada. “Anak muda tidak memikirkan masa lalu, tapi mikir masa depan,” imbuh Anang.

Disinggung ketakutan meminjam modal, Anang mengatakan jangan takut pinjam modal. “Asalkan berpegang teguh pada komitmen, pasti berhasil,” ujarnya.

Ia menegaskan, bisnis tidak bisa langsung besar. Namun diawali dari tahap kecil. “Cari segmen produk kita. Nanti dari segmen kecil ini akan menjadi besar. Jangan pupa lokasi juga menentukan,” tegas Anang.(ang/no) 

(sb/ang/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia