Kamis, 14 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Gebyar UKM Indonesia 2017

Jadikan ICSB Presidential Award Sebagai Motivasi

Selasa, 21 Nov 2017 15:33 | editor : Wijayanto

PEDULI UKM: Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Tjarda (dua dari kiri) dan staf.

PEDULI UKM: Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Tjarda (dua dari kiri) dan staf.

SIDOARJO-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo mendapatkan penghargaan ICSB Presidential Award. Penghargaan yang diterima masuk dalam kategori Policy Maker. Artinya, dinas dinilai memberikan kebijakan yang tepat bagi usaha mikro yang ada di Sidoarjo.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Tjarda mengatakan, penghargaan ini sangat membanggakan. Mengingat Sidoarjo merupakan Kota UKM Indonesia. Diakuinya, UKM, terutama usaha mikro menjadi fokus utama. Segala permasalahan yang ada di usaha mikro harus segera diselesaikan.

Menurut Tjarda, selama ini ada dua permasalahan yang terjadi di dalam usaha mikro. Yakni akses untuk pemasaran dan akses permodalan. Nah kedua masalah ini yang coba diselesaikan oleh Pemkab. "Usaha mikro membutuhkan fasilitas dari pemerintah karena mereka ini usaha yang kecil," ujarnya.

Untuk menyelesaikan dua masalah tersebut, ada beberapa hal yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Mulai dari program promosi yang gencar dilakukan dan mengikuti pameran di setiap kesempatan. Tjarda menilai pemasaran merupakan hal yang penting dilakukan oleh setiap usaha. "Untuk itu, ini (promosi, red) harus digenjot," imbuhnya.

Sedangkan untuk membantu akses permodalan, Tjarda menyebutkan pihaknya sudah menyiapkan dana bergulir. Jumlahnya pun cukup fantastis. Tahun ini mencapai Rp 8,7 miliar. Dana ini bisa dipinjam dengan mudah oleh para pelaku usaha mikro di Sidoarjo.

Dengan mendapatkan penghargaan tersebut, Tjarda mengaku tidak lantas membuatnya besar kepala. Justru penghargaan ini dijadikan motivasi untuk bisa memberikan fasilitas yang lebih baik kepada pelaku usaha mikro. Saat ini dari 206 ribu UKM yang ada di Sidoarjo, 159 ribu di antaranya merupakan usaha mikro. "Kami harus bisa membuat mereka mandiri," pungkasnya. (nis/nug)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia