Kamis, 14 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

BEI Incar Lima Besar Dunia Gaet Investor

Senin, 20 Nov 2017 15:23 | editor : Wijayanto

BEI Incar Lima Besar Dunia Gaet Investor

SURABAYA - Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa Indonesia dalam kurun sepuluh tahun terakhir terjadi kenaikan indeks saham tertinggi di dunia. Hal ini melambungkan optimisme BEI meningkatkan posisinya masuk ke lima besar sampai akhir tahun 2030.

Dewi Sriana Rihantyasni Head of Go Public Information Centre BEI Surabaya mengatakan dalam selama sepuluh tahun kenaikan indeks saham di Indonesia mencapai 227,60 persen. “Tidak ada negara lain yang lebih tinggi dari itu,” kata Dewi saat sosiasisaai saham di Surabaya.

Di tengah penjualan investor asing lebih dari Rp 20 triliun, indeks saham Indonesia tetap mengalami kenaikan 13,87 persen. “Tahun 2030 diprediksi kitalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia, dan menjadi keempat di tahun 2050,” kata dia.

Dengan potensi itu, menurut dia, sudah seharusnya Indonesia menjadi tuan rumah di negaranya sendiri dengan mengampanyekan gerakan “Yuk Nabung Saham”. Gerakan itu perlu digencarkan mengingat jumlah investor pasar modal asing yang cukup dominan. “Yuk Nabung Saham adalah keberpihakan kepada seluruh rakyat Indonesia, menjadikan investasi pasar modal terjangkau, sederhana bukan njlimet, dan untuk masa depan yang lebih baik,” kata dia.

Ia mengatakan saat ini jumlah investor baru terus bertambah dan berkontribusi 54,2 persen terhadap kenaikan transaksi saham harian sepanjang 2017, di mana 22,6 persen di antaranya merupakan kontribusi para investor individu Indonesia.

Hingga saat ini, kata dia, tidak ada satupun lembaga pemeringkat internasional yang tidak memberikan predikat “Layak Investasi” kepada Indonesia. “Kami berharap masyarakat yang meragukan potensi investasi di negaranya sendiri,” pungkasnya.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen pada perdagangan sepanjang pekan ketiga November 2017 menjadi 6.051,73 poin dari level 6.021,82 poin pada penutupan perdagangan sepekan sebelumnya.

“Nilai kapitalisasi pasar BEI juga naik 0,42 persen menjadi Rp 6.693,94 triliun dari Rp 6.665,64 triliun sepekan sebelumnya,” terang Kepala Divisi Komunikasi PT BEI, Yulianto Aji Sadono dalam keterangannya, Minggu (19/11). (han/rif)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia