Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Berubah Lagi, Daya Listrik Minimal Dari 4.400 VA Jadi 5.500 VA

Rabu, 15 Nov 2017 01:38 | editor : Abdul Rozack

BERUBAH: Daya Listrik Minimal Dari 4.400 VA Jadi 5.500 VA

BERUBAH: Daya Listrik Minimal Dari 4.400 VA Jadi 5.500 VA (net)

Jakarta –Rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi kembali berubah lagi. Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) berencana menyederhanakan pelanggan dengan golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA. Namun, kemudian Kementerian ESDM dan PLN berencana akan menaikan golongan tersebut ke 5.500 VA.

"Sekarang angkanya agak cukup bergeser dari apa yang rilis kami keluarkan. Sekarang angkanya itu untuk 450 VA dan 900 VA, untuk yang subsidi itu tetap. Kemudian yang 900 VA yang masih ada subsidi sedikit itu juga tetap, tapi akan kita dorong jadi yang 1.300 VA. Kemudian untuk 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, itu akan naik menjadi 5.500," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/11).

Dadan mengungkapkan diubahnya rancangan tersebut melihat dari penetapan tarif yang sama dari golongan 1.300 VA ke 5.500 VA, yakni Rp 1467,28/kWh. 

"(Karena) Ini harga yang sekarang sama itu untuk per kWh-nya itu sampai 5.500 VA dan 1.300 VA," ungkapnya.

Dadan memastikan bahwa perubahan golongan ini tidak mempengaruhi tarif yang sebelum. Dirinya menyatakan tidak ada kenaikan listrik dari rencana kebijakan tersebut. 

"Jadi statement pertama tadi Pak Menteri menyampaikan ke saya untuk disampaikan ke publik, bahwa tidak ada perubahan harga. Jadi ini tidak ada perubahan harga sama sekali, masyarakat tidak menanggung apapun dari sini. Tapi kalau masyarakat menggunakan listrik lebih banyak, ya membayar sendiri," tegas dia.

Dari rencana tersebut, PLN akan mengganti Mini Circuit Breaker (MCB) atau meteran bagi pelanggan rumah tangga yang ada penambahan daya akibat penyederhanaan golongan. Semua pergantian MCB tersebut akan ditanggung oleh PLN.

"Semua penggantian MCB, kan nanti harus mengganti MCB karena amperenya makin tinggi, itu akan ditanggung oleh PLN," kata Dadan. 

Dia mengatakan, diperlukan lebih dari 23 juta MCB untuk mengganti yang telah digunakan oleh masyarakat seluruh Indonesia. Pergantian itu, kata Dadan, bisa memerlukan waktu hingga satu tahun lamanya.

Lebih lanjut Dadan menambahkan, dalam kebijakan ini masyarakat bisa mendapatkan manfaat untuk bisa menggunakan listrik sesuai dengan kebutuhan. Dengan penyederhanaan golongan, maka masyarakat tak perlu khawatir kekurangan listrik.

"Jadi bukan paksaan, kan ini pengklasifikasian dari tarif, kalau mereka kan membayar sesuai dengan yang digunakan. Memang sekarang banyak, ada yang bertanya, nanti masyarakatnya tak terkontrol menggunakan listrik, saya kira itu kan di sisi yang lain pemerintah melakukan juga sosialisasi bagaimana menggunakan listrik yang baik, yang benar, seperti yang sekarang dilakukan PLN," jelasnya. (dt/jpnn/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia