Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Pemerintah Genjot Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah Baru

Rabu, 15 Nov 2017 07:00 | editor : Abdul Rozack

BUTUH PERHATIAN: Aktivitas salah satu karyawan industri kecil dan menengah (IKM) di Surabaya. Pemerintah terus menumbuhkan IKM-IKM baru untuk menopang

BUTUH PERHATIAN: Aktivitas salah satu karyawan industri kecil dan menengah (IKM) di Surabaya. Pemerintah terus menumbuhkan IKM-IKM baru untuk menopang pertumbuhan ekonomi. (ABDULAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Surabaya – Pemerintah terus mengintensifkan pelatihan industri kecil dan menengah (IKM). Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk penumbuhan dan pengembangan wirausaha pada sektor ini, khususnya di Kota Surabaya. Pasalnya, IKM di Indonesia memberikan suatu pertumbuhan perekonomian yang luar biasa, karena disebutkan 20 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia dari bidang industri.

“Penting sekali untuk kita kembangkan usaha-usaha pemula yang dimana usaha pemula ini dari kecil, menengah, dan akan menjadi besar. Dan Surabaya ini merupakan kota industri dan IKM-nya cukup banyak yang nantinya kita akan buat lebih besar lagi, dari 2.000 IKM akan lebih besar,” ujar Anggota Komisi VI DPR-RI Bambang Haryo Soekartono saat membuka pelatihan di Hotel Tunjungan Surabaya, akhir pekan lalu.

Bambang menambahkan, pihaknya telah menyampaikan kepada IKM untuk bisa difasilitasi sisi KUR atau permodalannya biar lebih semangat lagi, disamping pembinaan mulai dari manajemennya sampai produksinya, sampai pemasarannya. “Tetapi juga dari segi pembiayaannya, sekarang mereka semangat dan diharapkan bisa menyerap ilmu sebanyak mungkin dan bisa menerapkan untuk menjadi industri-industri andal di Surabaya maupun di Indonesia. 

“Pasar mereka sangat besar. Di Surabaya saja lebih dari 4 juta orang, dan di Jatim kurang lebih 40 juta. Diharapkan potensi ini bisa menyerap industri lokal di Surabaya.” kata Bambang.

Menurut dia, Komisi VI DPR-RI bermitra dengan kementerian perindustrian dan perdagangan. Karena itu, pihaknya akan mendukung untuk dari sisi penganggarannya dengan mendorong pemerintah agara mengucurkan anggaran.

Sementara itu, Kasubdit IKM Aneka dan Kerajinan Direktorat IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Ditjen IKM Eripson MH Sinaga mengatakan, pihaknya menargetkan 20 ribu wirausaha baru terbentuk. “Dalam kegiatan ini kami ada bimtek dan bantuan fasilitas peralatan. Setelah bimtek, kita evaluasi monitoring lagi, yang fokus dalam wirausaha akan kita bantu. Total anggaran pelatihan yang dianggarkan di Ditjen IKM mencapai Rp 300 miliar,” kata Eripson. 

Selain itu, untuk menangkap peluang pasar, pihaknya menciptakan aplikasi playstore bernama E-Smart IKM. Aplikasi ini bekerjasama dengan penyedia platfrom seperti Bukalapak dan blanja.com. (via/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia