Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal

Antisipasi WNA Ilegal, Mekumham Bentuk Tim Pengawasa Orang Asing

Rabu, 15 Nov 2017 05:05 | editor : Abdul Rozack

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Laoly membentuk Tim Pengawasa Orang Asing (Timpora)

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Laoly membentuk Tim Pengawasa Orang Asing (Timpora) (istimewa)

SURABAYA - Banyaknya kejadian tindak pidana yang dilakukan orang asing di Jawa Timur (Jatim) membuat Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona Laoly membentuk Tim Pengawasa Orang Asing (Timpora). Dimana dalam Timpora ini diisi dari beberapa elemen seperti polisi, Dinas Ketenagakerjaan, TNI, kecamatan dan berbagai elemen lainnya.

Sebanyak 500 orang camat dan elemen lainnya dilantik oleh Yasona Laoly di Hotel Wyndam, Surabaya. Dimana 500 orang ini akan disebar di beberapa kecamatan yang ada di Jatim untuk mengawasi orang asing.

“Nantinya keberadaan Timpora untuk memberikan laporan kepada atasannya untuk ditindak lanjuti,” terang Yasona.

Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan, langkah ini merupakan salah satu gagasan dari Mekumham untuk mengawasi orang asing. Dimana camat merupakan salah satu orang yang paling dekat dan mengenal lingkungannya yang memiliki orang asing. "Jika ada orang asing segera laporkan ke kami, nantinya akan kami tindak lanjuti dengan memeneriksa dokumen izin tinggal dan lainnya," ucap Ronny, Selasa (14/11).

Ronny mengatakan, dengan adanya Timpora ini juga dapat tukar informasi keberadaan orang asing. "Didalam Timpora ini ada beberapa elemen, jadi jika bermasalah dalam izin tinggal bisa kami jerat, jika bermasalah dalam ketenagakerjaan bisa inas ketenagakerjaan yang menindak lanjuti," ucapnya.

Ronny menambahkan, tindakan ini dilakukan untuk untuk pengawasan agar tidak terjadi tindak pidana atau bahkan pelanggaran. "Karena kecamatan yang memang paling dekat dan mudah dalam mengawasi tindak pidana," ucapnya.

Dimana Ronny mengatakan akan menindak lanjuti jika adanya pelanggaran yang memang melanggar. "Tindakan tegas seperti deportasi akan kami lakukan," tukasnya. (sar/nur)

(sb/sar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia