Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Antisipasi Banjir Rob, Tanggul 30 Miliar Kenjeran Terkendala Relokasi

Rabu, 15 Nov 2017 08:00 | editor : Abdul Rozack

Siswa-siswi saat Gerakan Bersih Pantai di Pantai Kenjeran, Selasa (14/11).

Siswa-siswi saat Gerakan Bersih Pantai di Pantai Kenjeran, Selasa (14/11). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Rencana pembangunan tanggul di pesisir Utara Surabaya yang dilakukan Pemkot Surabaya belum bisa terealisasikan seluruhnya pada tahun ini. Proyek dengan anggaran Rp 30 miliar tersebut progresnya masih satu kilometer. 

Rencananya, pembangunan tanggul yang membentang tujuh kilometer dari Greges, Kalianak, sampai Tambak Osowilangun sampai Romokalisari ini bisa mencegah banjir rob yang memang sering terjadi di pesisir Utara Surabaya. 

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, proyek tersebut tidak akan selesai pada akhir 2017. “Tahun ini memang akan dibangun sekitar satu kilo meter saja. Nanti akan dilanjutkan tahun 2018,” kata Erna, Selasa (14/11). 

Perlu diketahui, tanggul ini nantinya memiliki lebar enam meter dan panjang tujuh kilometer. Tanggul ini akan dibentuk terasering mirip dengan tanggul yang direalisasikan di Kenjeran. 

Hanya saja, disebutkannya, yang menjadi kendala saat ini adalah masalah warga kawasan Greges. Mereka masih belum mau untuk direlokasi. Warga masih kukuh untuk tidak mau dipindah ke tempat yang lebih baik, seperti rumah susun bagi warga yang ber KTP Surabaya. “Kami tetap kerjakan sedikit demi sedikit. Sambil sosialisasi terus menerus," jelasnya. 

Diungkapnya, pembangunan tanggul laut ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir rob. Yang sering dikeluhkan warga pesisir lantaran rumahnya sering kemasukan air dari laut. “Kalu sudah jadi nanti, maka back water atau rob itu nggak akan masuk ke perkampungan," tuturnya.

Sementara itu, mandor proyek tanggul laut di lapangan Suharsono menyampaikan, saat ini tahapan pembangunan tanggul laut baru pemasangan batu dan konstruksi pondasi tanggul. Para pekerja saat ini juga menyiapkan lahan untuk pembuatan tanggul dengan pengerukan menggunakan alat berat. 

"Kalau orang menyebut, ini sedang pemasangan bronjong. Kita gali tanah lalu dipasang pondasi tanggul, lalu dipasang cor dan campuran batu. Saat ini baru sekitar 198 meter. Nanti masih akan diteruskan sampai satu kilometer,” kata Suharno. 

Dari pantauan di lapangan, para pekerja tampak sedang melakukan pembuatan terasering yang dibuat dengan menyusun batu-batu kali berukuran besar yang ditata dalam kawatan jaring yang memanjang. Lantaran tanggul dibangun tepat diperbatasan antaran daratan Kalianak dan laut, maka dibutuh pengerjaan yang telaten. (bae/nur)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia