Sabtu, 25 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Pelanggar Didominasi Mahasiswa dan Pelajar

Anev Operasi Zebra Semeru 2017, Pelanggar Capai 26.529 Pengendara

Rabu, 15 Nov 2017 07:00 | editor : Abdul Rozack

PERIKSA KELENGKAPAN: Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya saat melakukan operasi Semeru Zebra 2017 di Frontage Road sisi barat Jl A Yani, Surabaya.

PERIKSA KELENGKAPAN: Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya saat melakukan operasi Semeru Zebra 2017 di Frontage Road sisi barat Jl A Yani, Surabaya. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Kesadaran warga Surabaya untuk tertib berlalu lintas masih rendah. Hal itu ditunjukkan berdasarkan data dari hasil analisa dan evaluasi (anev) Operasi Zebra Semeru 2017 Satlantas Polrestabes Surabaya. Selama 13 hari operasi digelar (1-13 November), setidaknya terdapat 26.529 pengendara yang ditindak polisi. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 17.228 pengendara. 

Yuan Abadi-Wartawan Radar Surabaya   

Berdasarkan data tersebut juga terlihat, pelanggaran yang dilakukan oleh 26 ribu pengendara tersebut variatif. Namun pelanggaran yang paling banyak, melanggar marka jalan. Jumlahnya mencapai 5 ribu orang. Sedangkan pelanggaran tinggi didominasi oleh pengendara motor yang tak menggunakan helm, jumlahnya mencapai 4,378 orang. Kemudian pelanggaran rambu lalu lintas juga masih cukup tinggi. 

“Pengendara yang tak membawa surat-surat kelengkapan kendaraan atau SIM juga masih tinggi, yakni mencapai 5 ribu orang,” ungkap Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Adewira Siregar, Selasa (14/11). 

Data tersebut juga menyajikan kendaraan yang terlibat pelenggaran. Kebanyakan pelanggaran masih di dominasi oleh sepeda motor, sebanyak 20,403 pengendara. Sedangkan sisanya adalah mobil penumpang dan mobil barang. Kebanyakan untuk pelanggaran yang dilakukan mobil ialah melanggar rambu parkir, tak menggunakan sabuk pengaman dan lain-lain. 

Sedangkan berdasarkan data tersebut, pengendara yang melakukan pelanggaran didominasi oleh pelajar atau mahasiswa.  Tercatat ada 8.623  pelajar atau mahasiwa yang diberikan surat tilang karena melakukan berbagai pelanggaran. 

"Rata-rata, pelajar atau mahasiswa ini melakukan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Selebihnya tidak membawa helm dan surat kelengkapan kendaraan," beber Adewira.

Pelaku pelanggaran lain dilakukan oleh karyawan atau swasta yakni 7.583 orang. Kemudian untuk pegawai negeri sipil (PNS) tercatat ada  1.964 orang. Dari data ini, Adewira mengakui, tingkat kesadaran dan disiplin berlalu lintas, khususnya pelajar maupun mahasiswa masih rendah.

“Tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi, sekaligus pekerjaan rumah kami agar lebih rutin melakukan sosialiasi. Meski demikian, hal itu juga harus diimbangi dengan kesedaran masyarakat,” terangnya. 

Data tersebut juga menyuguhkan jumlah laka yang terjadi pada Operasi Zebra Semeru 2017 tersebut.  Meski angka pelanggar naik, namun Satlantas berhasil menekan angka laka lantas dan jumlah korban meninggal jika dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2016, terjadi 52 kecelakaan, sedangkan tahun ini hanya 13 kejadian saja. 

“Kemudian untuk korban meninggal juga turun, dari empat orang di tahun 2016,  sedangkan tahun ini hanya 1 korban saja yang meninggal,” tandas perwira dengan dua melati di pundaknya ini.(*/no).

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia