Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Politik
PAN Segera Bentuk Poros Baru

Pilgub Jatim Bisa Diikuti Tiga Pasangan Calon

Selasa, 14 Nov 2017 21:31 | editor : Abdul Rozack

Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun

Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun (ISTIMEWA)

SURABAYA-DPW PAN Jatim siap membentuk poros baru pada pemilihan gubernur Jatim 2018. Dikatakan Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun bahwa pihaknya telah membangun komunikasi dengan dua partai politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra untuk membentuk koalisi sendiri. 

Dengan kata lain koalisi ini tidak ikut bergabung dalam parpol pengusung Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas dan Khofifah Indar Parawansa. Tidak tertutup kemungkinan koalisi ini akan mengusung calon sendiri yang dianggap mampu mewakili kehendak dan keinginan warga Jatim.

“Yang pertama, masyarakat sangat menerima dengan adanya poros baru ini. Kedua, masyarakat sudah jenuh dengan calon-calon yang saat ini sudah mendeklarasikan diri maju di Pilgub Jatim,” katanya.

Dia mengungkapkan, poros baru ini sudah mengantongi sejumlah nama yang digadang-gadang untuk berkompetisi melawan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa. Bahkan pihaknya optimistis bahwa, parpol yang tergabung dalam koalisi ini tidak miskin kader.

Dia mengklaim memiliki banyak persediaan kader yang cukup dikenal masyarakat dan memiliki banyak karya. Salah satu nama yang masuk radar koalisi ini adalah Bupati Trenggalek, Emil Dardak.  “Namanya masuk pertimbangan. Tapi semua masih akan kami dalami lagi. Yang pasti kami akan mengusung calon muda, dan sebelum akhir tahun kami deklarasikan,” urainya. 

Sementara itu, Ketua Umum DPW PKS Jatim, Arif HS, mengaku belum ada rencana membangun koalisi dengan parpol yang kedepan mengusung calon sendiri. Justru, parpol yang berdiri tahun 2002 itu rutin menjalin komunikasi dengan sejumlah kiai di Jatim guna diminta pendapatnya terkait pilihan-pilihan politik PKS di Pilgub Jatim 2018. “Pilihan koalisi atau mengusung sendiri belum ada. Komunikasi dengan parpol lain terus kami lakukan. Tidak hanya dengan Partai Gerindra maupun PAN,” katannya.

Pihaknya juga tidak ingin gegabah dalam mengambil kebijakan pada Pilgub Jatim ini. Sejauh ini pihaknya masih tetap mengkaji segala macam kemungkinan dalam mengambil sikap politik. Opini yang berkembang bahwa PKS berkoalisi dengan Partai Gerindra dan PAN juga dia bantah. 

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Utomo berpendapat, langkah tepat untuk mendulang suara dari generasi milenial adalah dengan memunculkan figur milenial pula. Menurutnya, kunci kemenangan Pilgub Jatim ada di kaum ini. 

Saat ini, sosok yang digadang-gadang melawan dominasi Gus Ipul dan Khofifah adalah Bupati Trenggalek, Emil Dardak. “Peluang ini nampaknya harus dibaca oleh Gerindra, PAN dan PKS yang hingga saat ini belum memunculkan kandidat,” terangnya.

Pengajar di pasca sarjana Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya ini mencium adanya gesekan pendukung antar kandidat. Diketahui, baik Gus Ipul maupun Khofifah sama-sama berlatar belakang NU. 

Sejumlah kiai juga terbelah dengan mendukung salah satu calon tertentu. "Saya kira, PBNU sebagai lembaga tertinggi NU harus ada kebijaksanaan struktural dengan melakukan konsolidasi kembali ke khittah NU agar tak terlibat proses politik praktis,” pintanya.

CEO Lembaga survei The Initiative Institute (TII) menganggap persaingan kader-kader Nahdlatul Ulama (NU) dalam Pilgub Jatim tidak akan memecah belah organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Indonesia itu. 

Menurutnya, NU secara organisasi telah memiliki dasar yang solid sebagai organisasi agama berbasis kultural. Sehingga, perbedaan politik kenegaraan antar kader tak akan serta merta memecah belah NU. “Banyaknya keterlibatan kader NU dalam Pilgub Jatim itu justru membuktikan kualitas kader-kader NU,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo mengatakan, pemilih saat ini jenuh dengan rivalitas dua kandidat, yakni Saifullah Yusuf dan Khofifah. Untuk merangsang pemilih, perlu kandidat baru untuk mengisi poros ketiga. Ini untuk meraup peluang besar yakni 15 juta pemilih generasi milenial atau pemuda yang akrab dengan media sosial dan gadget. “Kemungkinan munculnya poros ketiga sangat tinggi,” katanya.

Terpisah, La Nyalla Mahmud Mattalitti optimistis sanggup meraih dukungan dari partai yang belum mengusung cagub. Diantaranya Partai Gerindra, PKS dan PAN. Saat ini, Ketua  Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim itu tetap rutin berkomunikasi dengan ketiga partai tersebut. 

Di sisi lain, dia juga konsisten menyapa masyarakat. Selama berbulan-bulan dia telah keliling Jatim untuk mendapat dukungan masyarakat. “Saya yakin akan didukung Partai Gerindra. Kemudian ada PAN,” katanya. (bae/rif)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia