Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Horee... Sidoarjo Mulai Hujan, Waspada Angin Kencang

Selasa, 14 Nov 2017 15:22 | editor : Lambertus Hurek

HATI-HATI: Pengendara berusaha menyalip mobil pikap di Jalan Raya Jenggolo saat hujan deras, Senin (13/11). BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar di musim hujan ini mewaspadai petir dan angin kencang.

HATI-HATI: Pengendara berusaha menyalip mobil pikap di Jalan Raya Jenggolo saat hujan deras, Senin (13/11). BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar di musim hujan ini mewaspadai petir dan angin kencang. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

Hujan deras mengguyur kawasan kota Sidoarjo, Senin (13/11). Meski tidak merata di seluruh Kota Delta, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan di pertengahan bulan November ini sudah memasuki musim hujan.

Forecaster BMKG Juanda Oki Sukma Hakim mengatakan untuk awal musim hujan di Sidoarjo memang sudah diprediksi akan terjadi pada minggu pertama hingga minggu ketiga bulan November. Menurutnya, hujan akan turun dengan intensitas ringan, sedang, hingga deras.

Intensitas hujan yang bervariasi itu tergantung dari gangguan cuaca yang sedang terjadi. Seperti yang terjadi kemarin. Ia menyebutkan sedang terjadi gangguan sirkulasi Eddy. “Sehingga intensitas hujan di Sidoarjo sedang hingga lebat," ujarnya.

Hujan ini diperkirakan akan turun hingga akhir pekan ini, meski tidak terjadi setiap hari. Ia mengimbau masyarakat waspada sebab hujan berpotensi disertai petir dan angin kencang.

Pada awal musim hujan ini kecepatan angin diperkirakan mulai 20 hingga 40 kilometer per jam. "Dominan angin maksimal terjadi pada siang hingga sore hari," imbuhnya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito juga meminta masyarakat waspada di musim hujan ini. Menurutnya, beberapa bencana mengintai, misalnya banjir maupun pohon tumbang. “Jalan yang licin setelah diguyur hujan juga harus diwaspadai bagi pengendara,” ujarnya.

Beberapa persiapan menghadapi musim hujan sudah dilakukan, baik dari pihaknya maupun koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Hal tersebut terkait dengan kesiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. "Masyarakat yang ada di daerah rawan banjir juga dipersiapkan untuk selalu waspada," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan setiap UPTD. Secara rutin masing-masing UPTD harus melaporkan kondisi curah hujan dan daerah genangan di wilayah masing-masing. Selain itu tim siaga juga disiapkan. 

"Jika ada curah hujan yang signifikan di suatu wilayah pasti ditangani dengan pengaturan pintu air," jelasnya. (nis/jee) 

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia