Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

Nyoman Komin, Purnawirawan Polisi Berpangkat Kombes yang Pandai Menari

Selasa, 14 Nov 2017 15:16 | editor : Lambertus Hurek

I Nyoman Komin memeragakan salah satu tarian Bali.

I Nyoman Komin memeragakan salah satu tarian Bali. (MUS PURMADANI/RADAR SIDOARJO)

Ia merupakan salah satu penari yang kerap diundang tampil di sejumlah pura di Jawa Timur. Ia juga kerap terlihat di acara-acara keagamaan di Pura Penataran Agung Margo Wening, Krembung. Siapa sangka, di balik keluwesannya melentikan jari, ia adalah purnawirawan polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

MUS PURMADANI

Wartawan Radar Sidoarjo

BERBINCANG dengan Radar Sidoarjo, I Nyoman Komin justru tidak heran jika ia bisa menari. Sebab, kecintaannya terhadap seni tari sudah ada sejak tahun 1972 silam. Justru bapak empat anak ini yang tidak pernah berpikir dirinya akan menjadi polisi. “Kalau suka tari sudah sejak saya duduk di STM (Sekolah Teknik Mesin) Saraswati, Denpasar,” ujarnya ditemui di rumahnya RT 11, RW 4, Desa Suko, Sukodono, Jumat (10/11).

Pria kelahiran Bali, 31 Desember 1955 ini mengaku belajar drama tari di kelompok drama yang ada di kampungnya, Desa Sibanggede, Kabupaten Badung, Bali. Namun demikian, ia tidak pernah belajar khusus, melainkan hanya otodidak. “Sering melihat orang menari, lalu saya praktikkan,” katanya.

Selepas lulus STM pada 1974, setahun kemudian dia ikut seleksi tamtama polisi dan ternyata lolos. Tugas pertamanya adalah ditempatkan di Sabhara Polres Lombok Barat. ”Nah, di Lombok itu ternyata ketemu beberapa teman yang dulu pernah latihan bareng di Bali. Jadi di sana latihan menari lagi,” jelasnya.

Nyoman bertugas di Lombok cukup lama. Baru pada 1987, dia berpindah tugas ke Papua selama 10 tahun. Sejak di Papua itulah dia  tidak lagi ketemu rekan-rekan yang bisa diajak berlatih menari. Tetapi dia tetap berlatih sendiri di rumah. Lalu ia kemudian dipindah ke Sidoarjo pada 1998. 

Di Sidoarjo pun, dia belum aktif menari. Rekan di kantornya tidak tahu Nyoman jago menari. Pada 1998 itu, dia biasa datang ke Pura Penataran Agung Margo Wening. Baru pada 2009, Nyoman menjadi penari di pura ini. Setiap acara menjelang Nyepi, terutama pada ritual mecaru, dia hampir selalu tampil.

Pada 2010 hingga 2014, Nyoman menjabat ketua rumah tangga Pura Penataran Agung Margo Wening. Karena itu, dia sering tampil. 

Pria yang pensiun pada 2014 dengan jabatan terakhir Kabagops Ditreskrimsus Polda Jatim tersebut beberapa kali juga diundang tampil di sejumlah pura di Jawa Timur. Jenis tari yang biasa dibawakan adalah tari topeng, baik tari topeng tua atau tari topeng keras. 

Nyoman mengaku setiap pertunjukan ia selalu memberikan penampilan yang terbaik. "Tari ini kan juga ibadah, jadi tampil harus maksimal,” pungkasnya. (*/jee) 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia