Kamis, 23 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Musim Hujan Masih 20 November, Hujan Turun Tak Merata

Selasa, 14 Nov 2017 15:14 | editor : Wijayanto

SIAGA: Beberapa pekerja membersihkan sampah di sekitar rumah pompa Morokrembangan. Untuk mengantisipasi banjir, para pegawai siap mengoperasikan rumah pompa saat musim hujan datang.

SIAGA: Beberapa pekerja membersihkan sampah di sekitar rumah pompa Morokrembangan. Untuk mengantisipasi banjir, para pegawai siap mengoperasikan rumah pompa saat musim hujan datang. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Sudah dua hari ini Kota Surabaya diguyur hujan. Namun tidak menyeluruh di semua wilayah Kota Pahlawan ini. Tak heran kalau timbul pertanyaan, apa ini sudah masuk musim penghujan? Kalau memang sudah musim hujan kenapa masih sporadis? 

Prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)Tanjung Perak Surabaya, Ari Widjajanto mengatakan, Kota Surabaya masih belum masuk musim penghujan. Sebab sifatnya tidak merata dan durasinya tak lama. Begitu juga dengan angin yang bertiup di atas wilayah Indonesia, khususnya laut Jawa masih didominasi dari arah Timur Laut menuju ke Barat. 

“Kalau musim hujan, hujan akan turun secara merata, dan angin berasal dari arah Barat menuju ke Timur. Musim hujan diperkirakan dimulai sekitar 20 November mendatang,” kata Ari, Senin (13/11). 

Ari menjelaskan, dari pemantauan satelit cuaca Himawari dan radar cuaca di Juanda, diketahui wilayah Indonesia pada saat ini menjadi pusat tekanan udara rendah. Terutama di wilayah Barat Pulau Kalimantan dan Utara Pulau Sumatera. Tekanan udara rendah di dua wilayah tersebut mengakibatkan angin bertiup dari arah Timur Laut dan membawa massa udara basah. 

“Massa udara basah ini merupakan hasil penguapan dari air laut yang tinggi pada pagi sampai siang hari,” ungkap Ari. 

Massa udara basah yang berkumpul tersebut akan berubah menjadi awan hujan. Karena adanya sirkulasi udara (eddy), awan hujan yang jumlahnya semakin banyak tersebut bergerak ke arah daratan Pulau Jawa, termasuk ke atas kota Surabaya. Hujan pun turun pada malam harinya namun masih bersifat sporadis dan  sebentar. Selain itu tidak disertai angin. 

 “Dikatakan sebentar karena hujan yang mengguyur Surabaya tidak lebih dari dua jam dan tidak disertai. Sedangkan hujan yang turun di kota-kota yang termasuk kawasan tapal kuda  disertai dengan angin,” terang Ari. 

Meskipun sebentar, lanjut Ari, hujan yang turun di wilayah Surabaya pada Minggu (12/11) disertai dengan petir. Hal ini terjadi karena awan hujan mengandung partikel listrik dan terus bergerak tidak stabil. 

Hujan kali ini, lanjut Ari, membuat suhu di Kota Surabaya berada di antara 26 sampai 35 derajat celsius dengan kelembaban udara mencapai 50 sampai 90 persen. “Hujan saat ini juga masih aman untuk pelayaran di Kepulauan Bawean dan Masalembo. Tinggi gelombang laut antara 30 sampai 80 sentimeter,” ujar Ari. Sedangkan gelombang laut di perairan Samudera Indonesia mencapai 0,8 meter sampai 2,5 meter.

Namun yang perlu diwaspadai adalah angin kencang yang bertiup di atas Selat Madura. “Angin ini terjadi akibat terbentuknya awan coloumbus nimbus. Waspada yang berada di Pasuruan, Probolinggo dan sekitarnya,” himbau Ari. 

Dikatakan Ari, kondisi cuaca seperti ini diperkiran akan terjadi dua sampai tiga hari mendatang. Kota Surabaya akan diperkiran diguyur hujan ringan sampai deras mulai siang atau sore hari. 

Dengan turunnya hujan yang masih sporadis ini, lanjut Ari, kondisi tanah belum sepenuhnya padat dan kuat sehingga bisa menyebabkan pohon tumbang. “Hati-hati saat di jalan atau berteduh. Jangan di dekat pohon yang besar atau keropos. Jangan lupa jaga kesehatan,” imbau Ari. (ang/no)

(sb/ang/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia