Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Bahaya Narkoba Dimasukkan dalam Kurikulum Sekolah

Selasa, 14 Nov 2017 15:15 | editor : Lambertus Hurek

KERJA SAMA: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (kiri) dan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman kurikulum terkait bahaya narkoba untuk siswa SMP di paseban Alun-Alun Sidoarjo, Senin (13/11).

KERJA SAMA: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (kiri) dan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji (kanan) usai penandatanganan nota kesepahaman kurikulum terkait bahaya narkoba untuk siswa SMP di paseban Alun-Alun Sidoarjo, Senin (13/11). (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

Pemkab Sidoarjo bekerja sama dengan Polresta Sidoarjo sepakat melakukan pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba di kalangan pelajar. Langkah ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang dilakukan oleh Bupati Saiful Ilah dengan Kapolresta Kombes Pol Himawan Bayu Aji. Kedua belah sepakat akan ada kurikulum terkait bahaya narkoba untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, penanggulangan peredaran narkoba tidak hanya melalui penindakan hukum. Tindakan komprehensif seperti pencegahan dan memberikan pemahaman pada masyarakat tentang bahaya narkoba juga perlu dilaksanakan. 

Sehingga pihaknya menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo memberi pemahaman tersebut pada anak. “Kami mulai dengan memberikan daya tangkal terhadap narkoba pada pelajar,” katanya.

Ia menambahkan, nantinya dengan nota kesepahaman ini pembelajaran tentang bahaya narkoba akan dimasukkan ke kurikulum. Namun untuk sementara ini, kurikulum tersebut baru diterapkan untuk pelajar SMP dulu. 

“Untuk selanjutnya akan ada evaluasi lagi. Nantinya ada empat jam pelajaran selama seminggu dan akan diujikan untuk dinilai,” tegasnya.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, pencegahan dan pembelajaran tentang bahaya narkoba dengan memasukkannya pada kurikulum sekolah baru ada pertama kali. Ia menjelaskan nantinya bahaya tentang narkoba akan dimasukkan dalam pelajaran dan ada nilainya, bukan sekadar ekstrakuriluler. 

“Ini pertama kalinya sehingga diharapkan pelajar di Sidoarjo mengerti tentang bahaya narkoba,” ungkap Saiful Ilah.

Politisi yang akrab disapa Abah Ipul ini melanjutkan mulai penandatanganan nota kesepahaman ini akan langsung diajarkan ke sekolah-sekolah di Sidoarjo. Guru yang mengajar akan langsung dari kepolisian. (gun/jee) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia