Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Mengerucut, Cawagub Khofifah Asal Mataraman

Selasa, 14 Nov 2017 14:49 | editor : Wijayanto

BACAWAGUB: Bupati Trenggalek Emil Dardak salah satu yang digadang akan menjadi pendamping Khofifah dalam perhelatan pilgub Jatim 2018.

BACAWAGUB: Bupati Trenggalek Emil Dardak salah satu yang digadang akan menjadi pendamping Khofifah dalam perhelatan pilgub Jatim 2018. (JPNN)

SURABAYA - Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo mengaku, sampai saat ini belum mendapat informasi dari tim sembilan yang ditunjuk memilih pendamping bakal calon gubernur (bacagub) Khofifah Indar Parawansa. Kendati demikian, Pakde Karwo sapaan karib Soekarwo, secara tersirat menyetujui bahwa wakil tersebut adalah dari figur Mataraman. 

“Saya kan nunggu sembilan kiai (tim Sembilan,red). Garisnya seperti kemarin bahwa diambilkan kulture mataraman. Kita sudah oke,” ujar Pakde Karwo, Senin (13/11). 

Diakui oleh ketua yang juga menjabat sebagai gubernur Jatim tersebut bahwa hingga sekarang tim sembilan yang terdiri dari 17 kiai ini belum juga menghubunginya. “Artinya formal ketemu dengan partai, ini belum ketemu sama kita,” ungkapnya. 

Namun Pakde Karwo menyampaikan, jika dirinya secara penuh menyerahkan keputusan tersebut kepada tim sembilan. Hasilnya nanti baru tim sembilan bertemu dengan pimpinan Partai Demokrat. 

Terkait dengan haruskah nama wakil itu memiliki kartu tanda anggota (KTA) partai berlambang merci. Pria berkacamata yang terkenal dengan kumisnya tersebut menuturkan bahwa secara patsun politik dan tata krama politik telah ada sebenarnya. Meski tidak perlu diundangkan, tetapi disebutkan partai paling besar yang membawakan wakilnya. 

Lantas dari delapan nama yang pernah disebutkan tim sembilan ada nama kader Partai Demokrat. Dirinya membenarkannya. Tetapi ketika didesak apakah nama yang kini telah mengerucut menjadi dua nama tersebut masihkah juga ada kadernya. Pakde Karwo memilih untuk menyimpannya dahulu. 

“Saya kira delapan yang diumumkan oleh kiai itu ada didalamnya. Saya mengusulkan tiga. Birokrat juga sudah masuk dalam delapan itu,” bebernya. 

Pastinya, masih menurut Pakde Karwo, pihaknya telah menyetujui kalau nanti wakil Khofifah adalah dari kultur mataraman. Dan sudah memasukkan tiga nama dari kader partainya. Tinggal nanti Khofifah sebagai pengantin yang bawa ke Pilgub Jatim memilih pasangannya. Sebab, bagaimanapun yang memiliki kewenangan paling besar adalah menteri sosial itu. “Usernya Bu Khofifah,” tuturnya. 

Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Nasdem Jatim Aminurokhman mengatakan, partainya memang sudah jelas mendukung Khofifah. Terkait wakilnya siapa, seperti partai lainnya dirinya berharap kader internalnya menjadi pertimbangannya. 

“Adapun wakilnya, kami menunggu hasil dari keputusan Tim 9 dan komunikasi lintas partai koalisi. Apapun keputusannya tentu akan didukung Nasdem. Namun kami berharap, kader internal Nasdem bisa jadi pertimbangan. Seperti Pak Hasan Aminudin. Tentu ini menjadi hal positif ketika Nasdem bisa memberi kontribusi,” kata Aminurokhman. 

Terlepas dari itu, dalam mendukung Khofifah, Nasdem tidak menghitung secara kalkulasi untung-rugi. Pastinya, Jatim harus dipimpin orang yang punya kapasitas birokrasi dan kemasyarakatan. “Nasdem tidak ada kontrak politik 2019. Perlu dipahami bahwa Nasdem ini politik tanpa mahar. Itu dimaknai pula sebagai bagian komitmen Nasdem,” tandasnya. 

Seperti diketahui, hingga saat ini tim sembilan yang terdiri dari beberapa kiai tersebut masih belum juga memutuskan dan mengumumkan siapa nama wakil dari ketua umum PP Muslimat NU. Padahal sejak pertama kali tim ini dibentuk, ditargetkan sebelum tengah bulan sudah keluar satu nama pendamping Khofifah. 

Sampai sekarang ada dua nama yang santer disebut-sebut akan menemani Khofifah di pilgub ketiganya itu. Mereka mewakili figur mataraman. Yakni, Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlison. (bae/no)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia