Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Genjot Pendapatan, PGN Jualan Gas Tabung

Selasa, 14 Nov 2017 13:24 | editor : Aries Wahyudianto

Penjualan gas tabung nantinya bakal diramaikan oleh PGN yang berencana memasarkan LPG 12 Kg.

EKSPANSI : Penjualan gas tabung nantinya bakal diramaikan oleh PGN yang berencana memasarkan LPG 12 Kg. (Firmansyah / Radar Gresik)

KOTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus berupaya melakukan inovasi demi meningkatkan pendapatan. Yang terbaru, PGN berencana menjual gas tabung setara dengan LPG 12 Kg dan 50 Kg.

Masuknya PGN dalam penjualan gas tabung akan memberikan pilihan bagi konsumen. Sebab, selama ini konsumen menggunakan gas tabung milik PT Pertamina serta sejumlah swasta yang menjual gas kepada masyarakat.

Irfan Kurniawan, Strategic Stakeholder Management Staff PT PGN SBU Distribusi Wilayah II Jatim, mengatakan, penjualan gas milik PGN nantinya berbeda dengan PT Pertamina. PGN melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia menjual gas dalam bentuk compressed natural gas (CNG).

“Kami belum bisa membeberkan datanya yang pasti untuk produk kami yang terbaru ini sangat prospek dijual. Sebab, jumlah pelanggan IKM yang menggunakan gas PGN di area kami cukup banyak,” ujar Irfan.

Dia menjelaskan, rencananya gas yang akan dijual oleh PGN setara 12 kg. Namun CNG yang dijual oleh PGN ini tidak dipasarkan untuk konsumen rumah tangga. Melainkan, menyasar industri kecil, hotel dan restoran.

“Di Jatim hingga saat ini kami menyalurkan gas bumi ke lebih dari 120.000 rumah tangga dan 1.929 usaha kecil, mall, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan. Juga di 1.630 industri berskala besar dan pembangkit listrik,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Area Head PGN SBU Wilayah Distribusi II Jatim, Misbachul Munir membenarkan, pihaknya sedang menyiapkan produk gas yang dikemas dalam tabung.  “Semoga dengan adanya produk ini kami dapat melayani masyarakat yang selama ini belum terjangkau produk LPG dari Pertamina dan lainnya. Ini adalah salah bentuk dan dukungan kami terhadap program pemerintah konversi minyak ke gas,” tegasnya.

Pengamat ekonomi dari salahsatu PTS, Aris Kurniawan mengatakan, selama ini rantai distribusi LPG panjang sehingga berpengaruh pada komponen harga yang tinggi hingga ke tangan konsumen. 

“Berbeda dengan CNG atau LNG kemasan, cukup mencari pipa gas terdekat, kemudian didistribusikan menggunakan kendaraan untuk diantar hingga disuntikkan langsung ke tabung-tabung milik pengguna,” kata Aris. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia