Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik
Sambut Hari Anak Universal

Galang Aspirasi Tanyakan Kebutuhan Anak

Selasa, 14 Nov 2017 12:31 | editor : Aries Wahyudianto

Komunitas Anak Gresik saat meminta aspirasi anak hingga dewasa terkait kebutuhan anak.

PENDEKATAN: Komunitas Anak Gresik saat meminta aspirasi anak hingga dewasa terkait kebutuhan anak. (Esti/Radar Gresik)

Komunitas Anak Gresik (KAG) memiliki inisiatif melakukan pendekatan dengan meminta masyarakat menyampaikan aspirasinya.

ESTI SEPTIANI

Wartawan Radar Gresik

PULUHAN anak dari komunitas menggelar kegiatan di Bundaran Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) kemarin. Mereka mendekati warga sambil membawa kertas karton dan kertas kecil. Warga yang didekati terlihat antusias mengisi kertas tersebut dengan aspirasi mereka.

Mereka yang mengisi kertas aspirasi beragam. Mulai petugas kebersihan, pegawai negeri, swasta, ibu rumah tangga serta masyarakat lainnya yang sedang berkumpul. Kemudian mereka turut membubuhkan aspirasinya.

Aspirasi yang mereka tulis beragam. Di antaranya, protes tentang perombakan Alun-alun Gresik, ruang terbuka hijau yang kurang dan tidak memadai. Hingga, tempat bermain anak yang terbatas.

Selain itu, beberapa masyarakat ada yang menginginkan fasilitas kemanan yang ditingkatkan agar pengawasan terhadap kekerasan nak juga mudah terdeteksi. Salah satunya Moh. Toha, warga asal Manyar ini mengatakan, warga ingin tempat bermain dan akses keluarga untuk kumpul keluarga dan anak lebih banyak. “Khususnya pemeratan di berbagai daerah, agar masyarakat Gresik tak terbiasa membawa anaknya ke luar daerah,” imbuh dia.

Aspisi itu kemudian dikumpulkan sebagai bagian menyambut hari anak universal 20 November mendatang. Hasilnya, masyarakat masih banyak yang menuntut keberadaan ruang terbuka hijau dan arena bermain yang minim.

“Kalau arena bermain untuk anak, memnag belum merata. Dan aspirasi masyarakat ini nantinya kita rangkum dan diajukan pada Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang, Red) pemerintah tahun depan,” terang Ketua KAG, M Rizky.

Menurut Rizky, komunitasnya diberi kesempatan ikut andil dalma Musrenbang. Sebab, Gresik memiliki misi menjadi Kabupaten Layak Anak di tingkat nasional. Sehingga, pemerintah butuh ususlan dari masyarakat terkait kebutuhan dan kenyamanan anak. Ini yang bisa menjadikan Gresik sebagai Kabupaten Layak Anak yang terbaik.

“Dan ternyata tanggapan masyarakat sangat baik untuk pembangunan Gresik agar lebih baik lagi, khususnya bagi anak-anak dimana usianya di bawah 18 tahun,” sebutnya.(*/ris)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia