Sabtu, 25 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Mantan Agen Properti Dikeroyok Delapan Orang Bertato

Selasa, 14 Nov 2017 08:20 | editor : Abdul Rozack

INTIP: Tommy Wijaya (kiri) bersama istrinya Ading Cahyawati (kanan) sebelum memasuki ruang SPKT Polrestabes Surabaya untuk membuat laporan pemukulan.

INTIP: Tommy Wijaya (kiri) bersama istrinya Ading Cahyawati (kanan) sebelum memasuki ruang SPKT Polrestabes Surabaya untuk membuat laporan pemukulan. (SATRIA NUGRAHA / RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Pengeroyokan di kawasan Rungkut kembali terjadi. Sebelumnya pengeroyokan menimpa Barno, 56, warga Jalan Rungkut Lor Gang V. Dia dihajar lima rekannya di ruang karaoke sebuah karaoke keluarga di kawasan Rungkut, Senin (30/10). 

Kasus serupa kembali menimpa pasangan suami istri, Tommy Wijaya, 30 dan Ading Cahyawati, 30, warga Jalan Darmahusada Mas. Keduanya menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal, Senin (13/11) di Ruko Merr Icon 21, R33 Surabaya. 

“Saya datang ke kantor untuk ngambil inventaris milik perusahaan. Tetapi kami berdua dihalang-halangi delapan orang tak dikenal saat akan masuk,” jelas Tommy di SPKT Polrestabes Surabaya, Senin (13/11)

Tommy melanjutkan jika posisinya di kantor tersebut sebagai direktur, sedangkan istrinya menjabat direktur utama. Korban menambahkan, kedatangannya ke Ruko Merr Icon 21, R33 Surabaya untuk mengambil barang bukti hak kepemilikan atas inventaris kantor tersebut.

Apesnya saat masuk itu tiba-tiba dia mendapat perlakuan kurang sopan dari delapan orang yang mencegatnya di depan kantor. “Saya tidak kenal pengeroyoknya. Yang jelas ada delapan orang bertato. Tiba-tiba saya dilarang masuk, kemudian leher saya dipiting, bahkan hingga parkiran saya didorong-dorong bersama istri saya,” lanjutnya.

Sebetulnya kantor tersebut adalah agen properti yang melibatkan Tommy dan istrinya bersama rekannya. Agen properti tersebut berdiri sejak tahun 2013. Seiring berjalannya waktu usaha tersebut hampir bangkrut. Tommy sendiri enggan membeberkan kronologi usahanya mulai gulung tikar.

Terpisah Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela mengaku sudah menerima laporan pengeroroyokan tersebut. “Anggota sudah kita terjunkan ke TKP dan korban kami arahkan membuat laporan polisi,” ujar Leo. Dia menambahkan masih menunggu laporan masuk ke meja sambil menunggu hasil visum luka korban. (rus/rif)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia