Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Sportainment

Bermain Bersama Senior di Timnas, Pemain Muda Diminta Tidak Minder

Selasa, 14 Nov 2017 05:20 | editor : Abdul Rozack

Egy Maulana Vikri

Egy Maulana Vikri (APF)

Jakarta - Mantan striker timnas Indonesia, Muhammad Zein Alhadad menyambut baik kebijakan pelatih Timnas Indonesia, Luis Mila menyisipkan tiga bintang Timnas U-19, Egy Maulana Vikri, Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah, dan Rafli Mursalim di jajaran skuad timnas senior. 

Mamak, sapaan Muhammad Zein Alhadad, menyarankan ketiga pemain muda ini  terus dipantau dan dapat bimbingan dari para senior maupun jajaran tim pelatih timnas. "Secara teknis, mereka pantas untuk diorbitkan di tingkat senior. Ini seperti dialami Evan Dimas dulu. PSSI harus berani mengorbitkan talenta muda untuk regenerasi," ujar Mamak. 

Namun demikian, Mamak juga menitipkan pesan kepada tiga pemain muda ini agar mereka tidak minder ketika berlatih atau bermain bersama-sama pemain-pemain senior lainnya. "Mereka harus mendapatkan pendampingan agar tidak terlalu minder bila bermain dengan seniornya. Terus terang ini biasanya menjadi kendala bagi pemain muda. Apalagi mereka baru bermain untuk timnas, tentu tekanannya lebih besar," tambah Mamak. 

Mamak juga memuji keberanian memasukan nama Illija Spasojevic sebagai juru gedor di timnas senior. "Kualitas Spaso sudah terbukti. Dia bisa jadi solusi lini depan timnas yang selama ini minim penyerang andal," katanya. 

Keberadaan Rafli di depan bakal memberi lebih banyak opsi bagi lini depan Timnas. Dengan darah muda dan semangat baru yang diusung pemain belia ini, Timnas senior akan lebih segar.

Sementara Spaso yang terbukti sangat subur bersama Bhayangkara FC di Liga 1 2017 bisa menjadi garansi daya gedor Tim Merah Putih bakal lebih besar. Namun, Rudy mengingatkan supaya Spaso memberikan totalitasnya selama membela Indonesia. Sebab, bersama tim Garuda inilah nasionalisme Spaso dipertaruhkan.

"Memilih pemain naturalisasi macam Spaso bukanlah kesalahan. Dia pemain bagus, kuat, memiliki kemampuan individu di atas rata-rata, dan tajam. Tapi yang patut ditanamkan, bahwa banyak pemain pribumi yang mengantre untuk menjadi pemain Timnas Indonesia. Jadi Spaso harus membuktikan bahwa dia memang patut dipilih," pungkas Mamak. (sam/rak)

(sb/sam/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia