Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ingin Pesta Miras Tak Punya Duit, Nekat Curi Laptop Tetangga

Senin, 13 Nov 2017 18:28 | editor : Abdul Rozack

Grafis curi laptop buat pesta miras

Grafis curi laptop buat pesta miras (Grafis: Fajar)

Melihat pintu rumah milik Kasiani, 48, yang terbuka membuat Okta, 19, yang melintas di depan rumah wanita yang tinggal di Jalan Srengganan Dalam I /18 sontak menghentikan langkahnya. Pemuda yang juga masih tetangga Kasiani tersebut tertarik dengan laptop yang diletakkan di meja ruang tamu. Tanpa mikir lama, remaja ini menggondol laptop tersebut. 

Yuan Abadi-Wartawan Radar Surabaya

Kapolsek Simokerto Komisaris Polisi (Kompol) Masdawati Saragih menjelaskan, kasus pencurian tersebut terjadi pada Selasa (31/10). Saat itu, korban yang bangun tidur dikagetkan dengan raibnya laptop milik anaknya yang diletakkan di meja ruang tamu. Korban semakin kaget, lantaran pintu rumahnya sudah terbuka. 

“Pada waktu pencurian, korban memang sedang tidur. Setelah terjadi pencurian itu, korban melaporkan kasus ini kepada kami,” ungkap Kompol Masdawati, Minggu (12/11). 

Masdawati mengatakan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya lantas melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi menduga jika pelaku pencurian tersebut ialah orang yang tinggal tidak jauh dari rumah korban. Sebab pelaku seperti sudah tahu kondisi dan seluk beluk rumah. Kemudian setelah didalami, dugaan pelaku mengerucut kepada tersangka Okta. 

“Kami mencurigainya lantaran tersangka tinggal tak jauh dari korban. Kemudian kami mengamankan tersangka. Dia kami amankan pada Rabu (1/11),” terangnya. 

Masdawati menambahkan saat ditangkap, tersangka sempat mengelak. Namun ia tak bisa berkutik lantaran setelah digeledah, polisi menemukan laptop korban yang ia simpan di dalam kamarnya. Polisi juga sudah mengecek laptop tersebut dengan ditunjukkan korban. 

“Kalau merek bisa sama, namun isinya tentu beda. Dan korban membenarkan jika laptop tersebut adalah miliknya,” terang perwira dengan satu melati di pundaknya ini.  

Saat diinterogasi, Okta mengaku nekat melakukan aksinya lantaran ia butuh uang untuk membeli miras. Awalnya ia tak berniat mencuri, namun setelah melihat kesempatan dia langsung mengambil laptop tersebut. 

“Saya baru sekali ini mencuri. Itupun saya lakukan karena spontan saja,” terangnya. 

Dia menjelaskan rencananya akan menjual laptop tersebut. Namun, ia tak tahu di mana menjual laptop curian itu. Sebab jika dijual ke sembarang orang, ia takut ketahuan. “Saya masih mencari orang yang mau atau bisa menjual laptop tersebut,” pungkasnya.(*/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia