Sabtu, 25 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Kota Lama
Mengulas Sejarah Gedung Pertamina UPDN V (1)

Jadi Tempat Dugem Pertama di Surabaya

Senin, 13 Nov 2017 15:45 | editor : Wijayanto

UNTUK KALANGAN ELIT KOLONIAL: Bangunan yang menjulang di ujung Sociëteitstraat atau saat ini bernama Jalan Veteran ini dulunya merupakan tempat hiburan pertama di Surabaya.

UNTUK KALANGAN ELIT KOLONIAL: Bangunan yang menjulang di ujung Sociëteitstraat atau saat ini bernama Jalan Veteran ini dulunya merupakan tempat hiburan pertama di Surabaya. (ANGGUN ANGKAWIJAYA/RADAR SURABAYA)

Surabaya memiliki banyak kisah sejarah dan bangunan peninggalannya yang masih tetap terawatt, khususnya yang berada di kawasan Kota Lama. Salah satunya yakni gedung De Sociëteit Concorda yang kini digunakan sebagai Gedung Pertamina UPDN V.

Anggun Angkawijaya-Wartawan Radar Surabaya 

Gedung tersebut dibangun pada tahun 1843.  Pada zaman dahulu, tempat ini digunakan para meneer (tuan, Red) dan mevrouw (nyonya, Red) besar bangsa Belanda dan Eropa untuk dugem atau tempat hiburan. Digedung tersebut para elit kolonial yang tinggal di Surabaya berdansa dan bersenang-senang. 

Anggota Tim Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Puji Astuti menuturkan, dalam bahasa Belanda, kata sociëteit mempunyai arti masyarakat. Sedangkan concorda adalah nama sebuah klub untuk elite kolonial pada era 1800-an untuk wilayah Hindia Belanda. 

“Jadi, Sociëteit Concorda merupakan tempat refreshing atau tempat hiburan elite di Surabaya waktu zaman itu,” kata Puji.  

Karena hanya Sociëteit Concorda yang tercatat sebagai tempat hiburan, maka tak heran bila gedung tersebut merupakan tempat dugem pertama di Surabaya. Fasilitas bilyar maupun fitness (tempat kebugaran, Red) juga tersedia di dalamnya. Tak heran jika banyak yang berkunjung ke tempat ini dan berimbas pada pemberian nama jalan di dekatnya dengan sebutan Sociëteitstraat atau saat ini bernama Jalan Veteran.

Lokasinya yang berada di pusat kota kala itu, dimana kawasan di sekitar Jembatan Merah merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian, membuat Sociëteit Concorda ramai pengunjung. Apalagi Sociëteitstraat lokasinya dekat dengan kawasan pemukiman bangsa Eropa yang berada di bagian barat Jembatan Merah dan sungai Kalimas. 

“Pada saat itu memang belum ada tempat hiburan, tempat itu jadi yang pertama jadi tidak salah kalau ramai,” tegas Puji. (bersambung/nur)

(sb/ang/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia