Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Cak Ugeng, Pelukis Sembur asal Sidoarjo

Cat di Mulut dan Tertelan Baginya Sudah Biasa

Senin, 13 Nov 2017 10:20 | editor : Lambertus Hurek

CIRI KHAS: Cak Ugeng menunjukkan hasil karya seni lukis semburnya.

CIRI KHAS: Cak Ugeng menunjukkan hasil karya seni lukis semburnya. (MUS PURMADANI/RADAR SIDOARJO)

Suasana Minggu (12/11) pagi di Alun-Alun Sidoarjo sangat ramai. Banyak komunitas berkegiatan dan beratraksi. Salah satunya seniman lukis Cak Ugeng. Biasanya seniman melukis dengan tangan, tetapi Cak Ugeng melakukannya dengan cara menyembur. Uniknya, sebelum melukis pria berambut gondrong ini melakukan aksinya memakan pecahan lampu.

MUS PURMADANI

Wartawan Radar Sidoarjo

NAMA aslinya Soegeng Prajitno, tetapi ia memang akrab disapa Cak Ugeng. Pagi itu, selain melukis, ia juga sempat mengajak ‘bermain’ para anggota komunitas drummer, yakni mengangkat salah satu personelnya yang bertubuh gemuk. 

“Kuncinya itu sugesti. Kalau kita yakin tidak sakit maka tidak akan terjadi apa-apa. Monggo kalau mau coba,” ujarnya mengawali pembicaraan dengan Radar Sidoarjo.

Ia menuturkan ide lukis sembur ini muncul sekitar tahun 2000. Saat itu ia merasa jenuh dengan lukisannya yang tak kunjung kelar. “Lukisan tidak selesai-selesai. Saya marah kemudian saya tendang semua cat yang ada di ruang lukis,” ungkapnya.

Saat itu sekitar pukul 02.00. Untuk meredakan kemarahannya, lantas ia salat Tahajud. Lalu usai salat, bapak tiga anak ini kembali ke ruang lukisnya. Rupanya cat-cat yang saya tendang itu muncrat ke beberapa kanvas yang masih kosong. Ternyata setelah diamati hasilnya malah bagus. 

Akhirnya muncul ide kenapa tidak pakai spray painting, tetapi bukan menggunakan alat, melainkan pakai mulut. “Sejak saat itulah lukis sembur menjadi karakter saya," jelasnya.

Cak Ugeng tidak menampik bahwa cat atau cairan-cairan kimia itu sebagian ada yang tertelan dan hal itu baginya biasa. Namun menurutnya hal tersebut tidak masalah. “Alhamdulillah saya tidak apa-apa,” katanya.

Cak Ugeng mengaku fokus ke dunia seni sejak tahun 2000. Padahal dulunya ia bekerja di pengeboran minyak. Ia mengaku pernah menikah tapi bercerai dan punya dua anak. Kemudian tahun 2007 menikah lagi dan memiliki anak perempuan.

Pria yang berpenampilan nyentrik ini menegaskan seniman itu dikenal dengan karyanya. "Jadi jangan berharap kaya ketika menjadi seniman. Karena justru ketika meninggal itulah karyanya semakin mahal,” pungkasnya. (*/jee)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia