Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Pesan Hari Pahlawan Rektor Unipa Surabaya

Selalu Berusaha ‘Jadi Kulkas, Jangan Kompor Gas”

Jumat, 10 Nov 2017 19:12 | editor : Abdul Rozack

Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Djoko Adi Walujo, DBA.

Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Djoko Adi Walujo, DBA. (Dokumen Radar Surabaya)

HARI Pahlawan memiliki arti yang sangat mendalam bagi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali dengan Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Djoko Adi Walujo, DBA. Pahlawan adalah mereka yang selalu nir pencitraan. 

“Sosok pahlawan menurut saya sekarang adalah mereka yang bisa menempatkan diri. Filosofi saya ‘Jadilah Kulkas, Jangan Kompor Gas,” kata Djoko AW DBA kepada Radar Surabaya di Kampus Unipa, Rabu (8/11).

Menurut Djoko AW, hal ini penting dilakukan karena di era eksponensial yaitu era yang memiliki daya penggandaan sangat cepat, segala sesuatu sangat mudah tersebar. Karena itu, pahlawan harus selalu menjaga suasana menjadi damai. 

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga suasana tetap tenang. Di antaranya menjaga pola-pola lama yang sudah bagus, tetap dipertahankan. Sedangkan yang kurang baik, perlu dilakukan perbaikan. 

Selain itu, juga sangat penting untuk menjaga tensi. Dan harus disadari bahwa kita hidup di multivarian, dengan latar belakang yang berbeda-beda. Kunci untuk bisa menghadapinya adalah dengan toleransi dan menjaga suasana tetap damai. 

Pahlawan itu sangat lekat dengan contoh. Orang tua harus mewariskan heritage yang penting kepada generasi muda. Karena itu, penting pula dibuat museum sejarah untuk mencari hikmah terbaik. Dan di Surabaya, banyak museum seperti Museum Tugu Pahlawan, GNI dan lain-lain. 

Dan dimana pun, akan ada dua golongan, yakni pecundang dan pahlawan. Seorang pahlawan tidak akan pernah mati, sedangkan pecundang mati berulang kali. Keberadaan pahlawan harus terus didengungkan sehingga ada proses penghayatan di generasi muda. (nin/rif)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia