Sabtu, 16 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

LPS Prediksi Sektor Keuangan Stabil hingga Akhir 2017

Kamis, 09 Nov 2017 06:05 | editor : Abdul Rozack

KULIAH UMUM: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah saat menjadi narasumber di Universitas Airlanga, Rabu (8/11).

KULIAH UMUM: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah saat menjadi narasumber di Universitas Airlanga, Rabu (8/11). (SATRIA NUGRAHA / RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi kondisi perekonomian maupun perbankan Indonesia akhir tahun 2017 stabil dan cenderung naik. Hal itu melihat kondisi sistem keuangan di Indonesia yang masih tumbuh di atas dua digit. 

Ketua Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan hal itu ditemui di sela-sela kuliah umum di Unair, Rabu (8/11).

 “Sektor keuangan Indonesia akan stabil sampai akhir tahun 2017. Risiko keuangan lebih bisa diukur lebih baik dengan catatan, kondisi ekonomi dan politik yang terjaga Indonesia bisa menjadi negara yang menjadi incaran investor di tahun 2018,” kata Halim.

Menurut dia, perbankan memiliki kekuatan modal yang cukup tinggi yakni 23 persen, kondisi rasio likuiditas cukup baik, juga cenderung meningkat, sehingga likuiditas aman dampaknya tingkat probabilitas cukup terjaga. 

Dengan pengelolaan baik, kami melihat tidak ada indikator terjadinya capital flight atau perpindahan dana yang mengkhawatirkan ke bank satu ke bank lainnya. Semuanya, relatif aman,” kata dia.

Kondisi DPK yang sebelumnya 10 persen, kini naik dua digit. Artinya, ada penambahan pendapatan baru dari masyarakat karena DPK terus naik. “Konsumsi melemah menunjukkan fakta seperti itu, ada dugaan mungkin beberapa golongan masyarakat menahan pembelihan barang-barang sehingga lebih selektif, dan ada kemungkinan dalam presentasi sudah membeli dari berbagai sumber baik dalam maupun luar negeri. “Kalau dulu  importer saja yang beli, kini personal bisa beli langsung dengan perhitungan harga lebih murah meski bayar cukai maupun pajak,” jelasnya. 

Dari angka angka data BPS yang ekspor terus naik dan pertumbuhan investasi terus meningkat . “Kami berharap dengan ekspor dan  investasi tumbuh menjadi motor dan recovery di tahun depan. Dari sisi keuangan, Indonesia menjadi incaran investor dari sektor riil, tidak hanya sektor konsumsi, tapi juga tumbuh sektor yang lebih dinamis seperti ekspor impor dan investasi,” papar dia. 

Dengan didorong perekonomian dunia yang membaik,  maka akan berdampak ke Indonesia. Halim mengatakan, ketidakpastian ekonomi dunia  terjadi saat adanya ekspektasi bahwa Amerika akan menaikkan suku bunga serta spekulasi gubernur bank sentral baru yang akan mengambil kebijakan di luar dugaan pasar. Namun, spekulasi itu agak mereda, dimana Mr Paule yang terpilih sebagai pengganti gubernur sentral Amerika terkenal  mendukung kebijakan moneter gubernur sentral sebelumnya. ”Jadi saat ini pasar kelihatan lebih nyaman, dampaknya kepada Indonesia, kekhawatiran terjadinya capital reserval sedikit berkurang,” kata Halim. 

Dengan melihat ekonomi tumbuh membaik, dilihat dari ekspor naik, inflasi terjaga sehingga daya beli bisa terjaga. “Di akhir tahun 2017 dan menyambut 2018 ini yang harus kita tingkatkan adalah investasi dan ekspor, impor juga diperlukan untuk menambah produktivitas karena beberapa material diperlukan untuk produksi di Indonesia,” kata dia. 

Diharapkan, kebijakan tidak menaikkan TDL dan BBM untuk menjaga daya beli supaya konsumsinya tetap kuat dan tumbuh sampai tahun 2017. (han/hen)

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia