Minggu, 17 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Triwulan III, Ekonomi Jatim Tumbuh 5,16 Persen

Selasa, 07 Nov 2017 09:15 | editor : Abdul Rozack

Grafis Pertumbuhan Ekonomi Jatim Triwulan III

Grafis Pertumbuhan Ekonomi Jatim Triwulan III (Grafis: Gilang)

SURABAYA-Ekonomi Jawa Timur triwulan III-2017 tumbuh 5,16 persen (y-on-y) atau lebih tinggi dari pertumbuhan nasional periode yang sama 5,06. Pertumbuhan tersebut dinilai relatif cukup stabil. 

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Khaerul Agus mengatakan, pertumbuhan perekonomian Jawa Timur sampai dengan triwulan III-2017 masih cukup kondusif menjadikan masyarakat Jawa Timur tingkat kesejahteraannya semakin meningkat.

“Pertumbuhan tersebut dilihat dari sisi produksi, semua lapangan usaha tumbuh positif, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 8,97 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor luar negeri yang tumbuh sebesar 14,70 persen,” papar Khaerul di kantornya, Surabaya, Senin (6/11).

Lebih lanjut dikatakan Khaerul, struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha triwulan III-2017 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 28,41 persen. Kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh sebesar 13,65 persen, serta perdagangan besar- eceran dan reparasi mobil-sepeda motor sebesar 18,42 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan III-2017, lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,47 persen. Kemudian diikuti perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,28 persen; konstruksi 0,68 persen; serta informasi dan komunikasi sebesar 0,37 persen. Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,15 persen.

“Sementara lapangan usaha pertambangan dan penggalian tumbuh melambat dari 17,10 persen pada triwulan III-2016 menjadi 4,50 persen pada triwulan III-2017 karena menurunnya produksi minyak bumi sedangkan produksi gas bumi masih meningkat,” papar dia.

Kemarau panjang dan serangan hama di beberapa wilayah menyebabkan turunnya produksi tanaman pangan pada triwulan ini dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh melambat. Industri pengolahan tumbuh meningkat dari 4,48 persen pada triwulan III-2016 menjadi 5,12 persen pada triwulan III-2017.

Ekonomi Jawa Timur triwulan III-2017 meningkat sebesar 3,74 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,90 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang meningkat signifikan sebesar 14,11 persen.

Kondisi ini mengakibatkan pertumbuhan PDRB tanpa migas Jawa Timur pada triwulan III-2017 tumbuh meningkat dari 5,03 persen pada triwulan III-2016 menjadi 5,24 persen.

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia