Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Persona Surabaya
Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya

Kolonel Kav M Zulkifli, S.IP., M.M, Kedepankan Komunikasi

Sabtu, 04 Nov 2017 23:02 | editor : Abdul Rozack

Kolonel Kav M Zulkifli, S.IP., M.M, Komandan Korem (Danrem)  084/Bhaskara Jaya

Kolonel Kav M Zulkifli, S.IP., M.M, Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya (Dokumen Radar Surabaya)

Kolonel Kav. M. Zulkifli, S.IP., M.M baru sekitar empat bulan menjadi Komandan Korem (Danrem) 084/ Bhaskara Jaya. Juli lalu, ia menggantikan Kolonel Czi Denny Herman yang mendapat promosi sebagai Direktur Pembinaan Pusat Teritorial Angkatan Darat Mabes TNI AD. Berikut petikan wawancara wartawan Radar Surabaya, Moch Khaesar Januar Utomo dengan pria kelahiran Jambi itu di Asrama Yon Arhanudse-8 Sruni, Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (4/11).

Selamat pagi, Komandan?

Pagi juga, Mas. Bagaimana kabarnya?

Baik, Komandan. Wah, sibuk selalu ya, Ndan?

Iya. Aktifitas di Surabaya ini sangat padat. Tapi, saya menikmatinya selama empat bulan bertugas di sini.

Ndan, apa sih intisari dari slogan TNI Kuat Bersama Rakyat?

Sejak masa penjajahan Belanda, TNI ini berasal dari rakyat. Selain itu, pada masa pemberantasan PKI, rakyat  juga membantu TNI untuk memberantas PKI. Jadi, ini yang membuat kami lebih kuat. TNI dengan rakyat, kami pun bisa kuat.

Lalu, apa program-program TNI, terutama Korem 084/Bhaskara Jaya yang dapat mendekatkan diri dengan rakyat?

Ada beberapa program yang kita buat. Seperti Expo Alutsista, Beach Night Run, dan beberapa program lain yang semakin mendekatkan kita dengan rakyat. Selain itu, kami juga lebih mendekatkan diri dengan anak-anak sekolah, seperti acara Sahabat Sejati yang diikuti OSIS dari beberapa sekolah yang ada di Surabaya dan Sidoarjo.

Apakah Sahabat Sejati ini sebagai acara tahunan?

Acara ini memang baru pertama kali digelar. Tapi, kami yakin acara ini akan terus kami lakukan. Hal ini dilakukan untuk memberikan anak- anak SMP dan SMA terkait pemahaman empat pilar dan bahaya narkoba.

Apakah dalam Sahabat Sejati ini diajarkan seperti program pendidikan prajurit?

Hampir mirip. Yang pasti memberikan pembekalan ke mereka kehidupan prajurit. Jadi, anak-anak ini akan memahami bagaimana kehidupan TNI yang membuat mereka dapat memiliki cita-cita sebagai TNI.

Dalam pembekalan Sahabat Sejati ini, apa saja yang diajarkan?

Soal wawasan kebangsaan serta berbagai kegiatan terkait bahayanya narkoba. Selain itu, ada outbound yang dilakukan oleh peserta.

Yang ikut berapa siswa, Ndan?

Sekitar 250 siswa. Ini bulan kedua kami lakukan. Yang pertama, kami gelar dengan jumlah peserta yang sama, 250 orang.

Harapannya setelah acara ini selesai?

Siswa-siswa akan menularkan ilmu mereka yang didapat di sini ke teman- temannya yang di rumah, bahkan di sekolah. Hal ini cukup baik, dan ini yang kami apresiasi.

Kembali ke empat bulan lalu. Apa yang Komandan bayangkan ketika tahu ditugaskan di Surabaya?

Ya, memang baru pertama kali saya bertugas di sini. Tapi, Panglima mengatakan jika Surabaya merupakan salah satu kota yang menjadi barometer, dan tolok ukur dari daerah lainnya. Jadi, ini yang menjadi tantangan saya.

Aktifitas Komandan di Surabaya ini kan sangat sibuk, bagaimana membagi waktunya dengan keluarga?

Kami selalu menyempatkan diri jika malam atau liburan, semua akan berkumpul. Dua anak saya sedang menempuh pendidikan di Bandung.

Nah, dua anak yang di Bandung apa pernah protes dengan kesibukan Bapaknya?

Tidak. Mereka semua sudah memahami perkerjaan ini. Jadi, kami selalu mengedepankan komunikasi dengan mereka semua.

Selain selalu menjaga komunikasi, apa yang dilakukan Komandan untuk tetap dekat dengan keluarga?

Kami ada grup WA (WhatsApp) keluarga yang isinya hanya lima orang. Tiga anak saya, saya, dan istri. Ini cukup efektif karena kami akan terus berkomunikasi meskipun sibuk.

Apa dari tiga anak Komandan, ada yang ingin mengikuti jejak Bapaknya?

Yang dua pastinya tidak, karena mereka sudah kuliah di Bandung. Namun, yang kecil ini yang belum tahu. Tapi, kami tidak pernah memaksa keinginan atau cita-cita ketiga anak-anak saya. (*/opi)

(sb/sar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia