Kamis, 23 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pelajar Asal Karah Tewas Diduga Korban Tabrak Lari

Selasa, 17 Oct 2017 09:00 | editor : Abdul Rozack

KENANGAN: Foto aktivitas korban semasa hidup

KENANGAN: Foto aktivitas korban semasa hidup (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Nasib nahas menimpa Robbil Ainur Rahmat, 17, warga Jalan Karah Gang IV Nomor 8 Jambangan. Dia harus pergi meninggalkan orang-orang tercintanya setelah diketahui tergeletak di jalan raya atau di depan pintu keluar parkir PTC Mall arah Jalan Lontar, Minggu malam (15/10).

Mayat korban pertama kali diketahui warga sekitar pukul 19.30 WIB saat melintas di pintu keluar parkir PTC Mall. Melihat ada orang tergeletak bersama sepeda motor di pinggir jalan, warga langsung berhenti dan melihat kondisinya. Setelah tahu akan korban kecelakaan, warga lainnya memberhentikan pengguna jalan lain dan menghubungi polisi.

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bayu Halim Nugroho mengatakan bahwa setelah mendapat laporan pihaknya langsung menuju tempat kejadian perkara. “Kejadiannya Minggu malam sekitar pukul 19.30 WIB. Diduga kematian korban karena menjadi korban tabrak lari,” ujar Bayu, Senin (16/10). 

Pada saat kecelakaan itu korban dalam kondisi tidak membawa identitas pengenal sama sekali dan tergeletak bersama sepeda motor Honda Vario dengan nopol L 5935 TW. Belakangan sepeda motor tersebut milik bosnya yang saat itu dipinjam untuk belanja kopi di PTC Mall. “Penyebabnya masih kita dalami, dan saat ini anggota sudah memeriksa CCTV di sekitar lokasi,” paparnya.

Sementara itu adik korban Mohamad Rohibi Maulana mengungkapkan, bahwa kakaknya sejak Minggu pagi sudah pamitan berangkat kerja ke Perumahan Pakuwon sebagai penjaga kafe. “Minggu pagi usai ngantar ibu ke Terminal Bungur, kakak langsung berangkat. Sebenarnya ibu sudah mencegah dia agar nggak usah bekerja dahulu,” kata Rohibi saat ditemui di rumahnya Senin siang (16/10). 

Dia menambahkan jika perubahan pada wajah kakaknya terlihat lebih pucat. Dia tidak mau sarapan dan langsung mengantarkan ibu ke terminal. Dari terminal korban mampir ke rumah dan sempat berpamitan ke adiknya yang masih terbaring di tempat tidur.

Dengan mata berkaca-kaca, Rohibi Maulana menceritakan bahwa kakaknya saat ini duduk di bangku kelas 3 SMK Kartika Surabaya. Dimata keluarga korban merupakan anak yang baik. Karena sekolah sambil bekerja sebagai penjaga cafe. 

Hal itu dilakukan semata-mata karena ingin membantu ekonomi keluarga. “Kakak saya orangnya rajin dan tidak mau membebani orang tua. Karena ayah saya sakit dan kakak ingin sekolah sambil bekerja. Dan dia sudah tiga bulan ini kerja,” pungkasnya

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia