Kamis, 23 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Badai Tropis Sebabkan Gerimis di Tengah Terik Matahari

Selasa, 17 Oct 2017 07:00 | editor : Abdul Rozack

Awan mendung nampak menyelimuti Kota Surabaya

SURABAYA MENDUNG: Awan mendung nampak menyelimuti Kota Surabaya, pada Senin sore (16/10). BMKG Tanjung Perak Surabaya menjelaskan, kondisi ini disebabkan adanya pusaran badai tropis Lan yang berada di sebalah timur Filipina. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Cuaca kota Surabaya, Senin (16/10) siang, sedikit berbeda. Meski masih sang surya masih berada tepat di atas kepala, namun mendung menutupi langit Kota Pahlawan. Bahkan sempat turun rintik hujan gerimis di beberapa tempat. Terik panas sinar matahari yang terasa sejak pagi mulai sedikit berkurang. Cuaca pun sedikit sejuk dan tidak gerah seperti biasanya.

Prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya, Fajar Setiawan mengatakan, awan tebal berwarna hitam itu disebabkan perubahan tekanan udara di wilayah Jawa Timur. Fajar menjelaskan bahwa perubahan ini disebabkan adanya pusaran badai tropis Lan yang berada di sebelah timur Filipina. 

“Pusaran ini menyebabkan angin yang berada di atas Samudera Indonesia bergerak ke utara melintasi Pulau Jawa,” ungkap Fajar, Senin (16/10). Dari pantauan satelit cuaca Himawari menunjukkan, kecepatan angin tidak lebih dari 30 knot. Kondisi ini mampu membawa uap air sampai ke daratan di wilayah Jawa Timur. 

“Kalau lebih dari 30 knot, uap air akan hilang sebelum sampai di daratan. Karena itu, beberapa kota di bagian selatan Jawa Timur sudah turun hujan. Sekarang (Senin, 16/10, Red), hujan deras mengguyur Mojokerto dan Bangkalan bagian utara. Hujan deras berpotensi akan mengakibatkan angin dan petir. Sedangkan Surabaya diliputi awan hitam tebal,” jelasnya sambil menunjuk di layar pantau BMKG. 

Untuk hari ini, Selasa (17/10), langit kota Surabaya diperkirakan akan ditutupi oleh awan hitam pada sore hari. Angin akan bergerak dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 28 kilometer per jam. Kondisi seperti ini menyebabkan potensi hujan akan turun di kota Surabaya dan sekitarnya, serta di Laut Jawa.

“Suhu udara antara 26 sampai 36 derajat celcius dengan kelembaban antara 45 sampai 83 persen,” ungkap Fajar. Selain mengingatkan adanya hujan, Fajar juga menghimbau warga Surabaya akan terik matahari yang masih akan terasa sangat panas pada siang hari. Hal ini dikarenakan posisi matahari berada tepat di atas kota Surabaya sejak 13 Oktober lalu. 

“Sekarang posisi matahari sudah bergeser ke selatan. Meskipun demikian, masih terasa panas. Kalau keluar rumah, sebaiknya gunakan topi atau sunblock. Bawa air minum dan jangan sampai dehidrasi. Suhu kota Surabaya terasa sangat panas karena banyak pembangunan gedung,” terang Fajar.  

Untuk kondisi tinggi gelombang laut di pelabuhan Tanjung Perak, diperkirakan mencapai 0,30-0,50 meter. Tinggi gelombang air di Selat Madura mencapai 0,30-0,80 meter, dan di Laut Jawa antara 0,50-1,30 meter. 

Khusus untuk perairan di sekitar Pulau Kangean, Madura, tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter. Kondisi ini disebabkan karena angin dari Samudera Hindia melaju tanpa hambatan melalui Selat Lombok. “Kami sudah mengingatkan pengawas pelayaran perintis di Pulau Kangean akan hal ini,” ucap Fajar.

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia