Sabtu, 25 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Alasan Nikah Siri, 18 Pasangan Diduga Mesum Terciduk Menginap di Hotel

Senin, 16 Oct 2017 17:23 | editor : Abdul Rozack

Tim gabungan saat memeriksa 14 pasangan yang diamankan dari Hotel Legian

DIDUGA MESUM: Tim gabungan saat memeriksa 14 pasangan yang diamankan dari Hotel Legian karena menginap tanpa surat nikah. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Surabaya - Malam minggu tampaknya jadi waktu favorit bagi pasangan mesum. Kamar hotel pun menjadi salah satu tempat yang laris disewa untuk melampiaskan hasrat. Terbukti, sebanyak 18 pasangan mesum terjaring razia ketertiban masyarakat, Sabtu (14/10). 

Mereka terciduk saat asyik menyewa kamar untuk dipakai berbuat mesum di dua hotel berbeda di wilayah Surabaya utara. Yakni Hotel Legian di Jalan Tempurejo dan Hotel Metro di Jalan Kedungsari.

Razia pasangan mesum ini dilakukan oleh tim gabungan dari Satshabara dan Satbinmas Polrestabes Surabaya, Gartap III TNI Surabaya, dan aparat Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya. Pertama, tim gabungan merazia Hotel Legian di Jalan Tempurejo yang diduga kerap disewa pasangan tanpa nikah.

Setelah berkoordinasi dengan pengelola hotel, tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya, AKBP Awan Hariono, dan Kasat Binmas, AKBP Minarti, tersebut lantas memeriksa satu per satu kamar di hotel melati ini. 

Dari lokasi pertama ini, tim gabungan mengamankan setidaknya 14 pasangan mesum. Mereka diamankan saat asyik berduaan di kamar hotel tanpa surat nikah. Beragam alasan pun dilontarkan para pasangan yang terciduk ini saat polisi hendak membawa mereka. 

Dari mulai mengaku sebagai saudara, hingga pasangan yang mengaku suami istri karena sudah menikah sirri. Namun beragam alasan itu tetap membuat tim gabungan bergeming dan tetap membawa mereka ke Mapolrestabes Surabaya untuk diproses tipiring. 

Usai dari Hotel Legian, tim bergerak menuju ke lokasi selanjutnya yakni Hotel Metro di Jalan Kedungsari. Dari lokasi ini, tim melakukan hal yang sama menggeledah kamar-kamar hotel dan memeriksa identitas masing-masing tamu. Lagi-lagi, sebanyak empat pasangan mesum berhasil diamankan dari hotel tersebut karena tak bisa menunjukkan surat nikah. 

Selain pasangan mesum, dalam razia tersebut, tim juga menyasar penjual minuman keras (miras). Sebuah toko kelontong di Jalan Kertajaya menjadi sasaran dari razia penjualan miras ini. Dari toko tersebut, tim gabungan mengamankan kurang lebih 50 botol miras jenis cukrik.

Sebelum menyudahi giat razia, AKBP Awan sempat mengarahkan pasukannya ke kompleks pertokoan Kedungdoro. Di sana, mereka merazia diskotek LCC Club. Sayang, di tempat hiburan malam ini, pasukan gabungan tidak mendapatkan hasil apapun. Baik miras maupun pelanggaran lainnya. 

AKBP Awan mengatakan bahwa 18 pasangan mesum yang sudah diamankan itu selanjutnya dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk didata dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan. Mereka juga akan diberi pembinaan oleh Satbinmas. Sementara untuk miras yang diamankan akan disita dan dimusnahkan. 

"Miras-miras ini kami sita, lantas kami akan panggil penjualnya. Kami pastikan akan memprosesnya dengan tindak pidana ringan (Tipiring, Red)," tegas AKBP Awan. Dia juga memastikan bahwa giat serupa akan terus dilakukan dengan hari dan jam yang dirahasiakan agar tidak bocor.  

Menurut dia, razia ini merupakan bentuk kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam rangka Operasi Bina Kusuma 2017.  "Operasi Bina Kusuma ini untuk menekan angka kriminalitas, penyakit masyarakat, peredaran miras ilegal, serta peredaran obat keras berbahaya dan narkotika," pungkasnya.

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia