Senin, 23 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

PGN Saka Incar Dua Blok Baru

Jumat, 13 Oct 2017 12:38 | editor : Aries Wahyudianto

PG Saka melirik 2 blok baru

STRATEGIS : PG Saka melirik 2 blok baru yang memiliki potensi kandungan gas. (YUDHI/RADAR GRESIK)

UJUNG PANGKAH - PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) mengincar dua blok baru yang dilelang pemerintah. Saat ini BUMN Migas ini mengambil dokumen lelang Wilayah Kerja (WK) migas. Totalnya ada dua blok migas yang diminati oleh Saka dalam lelang WK migas tahun ini.

Direktur Utama PGN Saka, Tumbur Parlindungan melalui External Relation, Zsa Zsa Ryzki membenarkan, pihaknya mengambil dokumen lelang WK tersebut. Rencananya, PGN Saka akan mengajukan penawaran jelang batas akhir pengajuan penawaran yang ditetapkan pemerintah. "Kami niatnya dua blok. Kalau Saka ambil, pasti baguslah," ujarnya.

Dikatakan, kedua blok itu adalah Blok Pekawai di Kalimantan Timur dan Blok West Yamdena di Pantai Natuna. Wilayah tersebut merupakan blok migas yang telah dilakukan joint studi antara Saka dan pemerintah. “Selain dua blok itu kami berharap bisa ikut masuk ke blok-blok terminasi. Salah satunya ikut dalam blok terminasi yang diserahkan pemerintah ke Pertamina. Kalau Pertamina tidak mau 100 persen, boleh dong ke kami," imbuhnya.

Salah satu blok terminasi yang diincar Saka adalah Blok Sanga-Sanga. Saat ini Saka memiliki sekitar 37 persen participating interest (PI) di blok Sanga-Sanga. Saka juga menjadi operator bersama dengan Wni yang juga memiliki PI sekitar 37 persen.

"Pemerintah kan kasih Pertamina untuk pengelolaan selanjutnya. Katanya sih mau cari partner, kami mau. Saka kan sudah disitu," terangnya.

Sembari Saka berharap mendapat penugasan dari pemerintah, Saka juga ternyata terus mengembangkan blok-blok yang dioperatorinya. Salah satunya blok Ujung Pangkah. Tumbur bilang baru-baru ini Saka telah mengajukan Plan of Development (POD) untuk Blok Ujung Pangkah Gresik ke SKK Migas. "Pengeboran sudah tahun lalu, saat ini dalam tahap POD,"terang Tumbur.

Jika POD tersebut disetujui tahun ini, Tumbur memproyeksi Lapangan Sedayu Blok Ujung Pangkah paling cepat bisa onstream pada 2019. Produksi minyak dari lapangan tersebut akan berkisar 10.000 barell oil per day (BOPD). (fir/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia