Senin, 23 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Pencari Kerja Capai 120 Ribu Orang

Jumat, 13 Oct 2017 08:43 | editor : Lambertus Hurek

DISERBU: Para pencari kerja mengisi biodata saat melamar pekerjaan di bursa kerja di lapangan tenis indoor, GOR Delta Sidoarjo, Kamis (12/10).

DISERBU: Para pencari kerja mengisi biodata saat melamar pekerjaan di bursa kerja di lapangan tenis indoor, GOR Delta Sidoarjo, Kamis (12/10). (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

KOTA-Jumlah pencari kerja di Sidoarjo meningkat. Hingga saat ini jumlahnya sudah menembus angka 120 ribu. Padahal Maret lalu jumlahnya masih 100 ribu. Artinya, dalam tujuh bulan ada 20 ribu pencari kerja baru. 

Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Sidoarjo Arif Makin saat menghadiri bursa kerja terbuka di GOR Delta Sidoarjo mengatakan, ada tiga faktor yang membuat angka pencari kerja atau disebut pengangguran di Sidoarjo tinggi. Pertama akibat arus urbanisasi. Jumlah penduduk di Sidoarjo selalu bertambah setiap tahun. 

”Sampai saat ini jumlah penduduk sudah 2,3 juta jiwa,” katanya.    

Kedua, karena tingginya angka lulusan sekolah, terutama pada jenjang SMA dan SMK. Dikatakannya, tidak semua lulusan SMA dan SMK itu melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Mereka memilih mencari kerja. 

Ketiga, belum sinkronnya kebutuhan dari perusahaan dan lulusan sekolah. Arif menjelaskan, rata-rata perusahaan membutuhkan pekerja yang sudah terampil mengoperasikan alat. Sayangnya kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi. Sebab kurikulum sekolah tidak mengajarkan ketrampilan tersebut.  

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin yang membuka kegiatan bursa kerja mengatakan, ada beberapa solusi yang sedang digodok untuk mengatasi tingginya angka pengangguran. Disnaker, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan perusahaan harus duduk bersama untuk memaparkan kebutuhan pekerja.  ”Kemudian ditindaklanjuti oleh dinas untuk mensinkronkan kebutuhan perusahaan dan lulusan sekolah," ujarnya.

Alternatif lainnya adalah Pemkab Sidoarjo perlu datang ke perusahaan untuk meminta perusahaan agar memakai tenaga kerja dari Sidoarjo. “Namun hal ini hanya bisa bersifat imbauan karena memang tidak bisa dipaksa,” lanjutnya. 

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu berharap ke depan ada ada peningkatan skill pencari kerja. Caranya dengan memperbanyak pelatihan-pelatihan di desa. Warga diajarkan ketrampilan mengoperasikan alat-alat. 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia