Minggu, 22 Oct 2017
radarsurabaya
icon-featured
Features
Peringatan HUT Pemprov Jatim di Taman Surya

Dari Nasgor Buldozer sampai Nasgor Hitam

Jumat, 13 Oct 2017 06:20 | editor : Abdul Rozack

Wali Kota Tri Rismaharini melihat proses lomba memasak

TINJAU PESERTA: Wali Kota Tri Rismaharini melihat proses lomba memasak yang diikuti para kepala dinas di lingkungan Pemkot Surabaya yang digelar di Taman Surya, Kamis (12/10). clipboard;TINJAU PESERTA: Wali Kota Tri Rismaharini melihat proses lomba memasa (ARDIANSYAH FAJAR/RADAR SURABAYA)

Ada yang beda dari suasana Taman Surya, Kamis pagi (12/10). Ratusan pegawai Pemkot Surabaya terlihat memadati area taman di depan Balai Kota tersebut. Mereka menyambut penerimaan piala Parasamya Purnakarya Nugraha yang diserahkan Mendagri Tjahyo Kumolo kepada Wali Kota Tri Rismaharini itu dengan aneka lomba. 

Ardiansyah Fajar-Wartawan Radar Surabaya

SAMBUTAN meriah itu diwujudkan dalam bentuk menari bersama yang dilakukan Wali Kota Tri Rismaharini bersama Sekretaris Kota (Sekkota) Hendro Gunawan, para asisten, hingga kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) beserta staf. Sembari bergoyang, mereka diiringi lagu Gemu Famire. Ternyata, acara itu digelar untuk menyambut penerimaan piala Parasamya Purnakarya Nugraha yang diterima Risma dari Mendagri Tjahyo Kumolo. 

Penghargaaan ini baru kali pertama itu diterima Pemkot Surabaya dan diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-72 Pemprov Jatim yang digelar di Tugu Pahlawan, Kamis (12/10). 

Kegiatan dibuka dengan senam bersama dengan goyang Gemu Famire. Setelah itu dilanjutkan dengan lomba memasak nasi goreng yang diikuti oleh para kepala OPD dan para camat. Tak hanya itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan beragam lomba tradisional seperti gobak sodor, lomba makan kerupuk, dan lari estafet. 

Risma yang sempat ikut senam bersama memanfaatkan momen tersebut untuk mengucapkan terima kasih kepada segenap pegawai pemkot yang telah bekerja keras sehingga mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. 

“Ini saya tidak pakai pakaian olahraga seperti teman-teman sekalian, karena setelah ini saya akan mengikuti upacara di Tugu Pahlawan. Di sana, Surabaya akan menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha. Penghargaan itu baru pertama kali ini diterima oleh Pemkot Surabaya,” kata Risma yang mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) putih-putih diiringi tepuk tangan dari para pegawai pemkot.

Menurut Risma, penghargaan ini patut dirayakan. Pasalnya dalam bulan Oktober ini, dirinya juga diundang untuk menjadi pembicara dalam dua event internasional. Pertama, di Tokyo, Jepang, dan yang kedua di New York, Amerika Serikat, dalam forum yang dihelat oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Menurutnya, hal ini menegaskan bahwa Surabaya sudah menjadi perhatian dunia.

Sementara itu, lomba memasak antar kepala OPD dan camat di Taman Surya berlangsung seru. Setiap peserta tak mau kalah. Pasalnya, hasil ‘karya’ mereka dinilai oleh para ahli dari perwakilan Surabaya Hotel School (SHS).

Berdasar pengamatan, sejumlah kepala OPD mencoba tampil kreatif. Baik dalam penamaan nasi goreng (nasgor) hingga tampilannya. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Erna Purnawati, memberi label Nasi Goreng Buldozer lengkap dengan ilustrasi gambar proyek dan alat berat. 

Hal ini karena instansi yang dipimpinnya selalu berkaitan dengan proyek dan alat berat. “Tapi ini tidak berbahan dasar semen dan paving lho, mas,” kelakar Erna yang disambut ger para hadirin.

Lain Erna, lain pula Irvan Wahyudrajad. Kepala Dinas Perhubungan itu dengan pede-nya menampilkan Nasi Goreng Hitam. Secara tampilan, nasi goreng miliknya memang paling beda dari segi warna. Sebab, dia memilih menggunakan beras hitam. 

Alasannya, beras putih atau beras merah sudah sangat umum dipakai. Di samping itu, Irvan mengatakan bahwa beras hitam dikenal lebih sehat. “Hmmm... pedes juga,” katanya saat mencoba mencicipi nasi goreng buatannya. Meski membuat nasi goreng sendiri, tampaknya Irvan tak menyangka bahwa nasi gorengnya akan sepedas itu.

(sb/jar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia