Sabtu, 21 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi
Jatim Fair 2017

Berlomba Pamerkan UMKM Binaan

Kamis, 12 Oct 2017 20:52 | editor : Abdul Rozack

Direktur Bank Jatim R Soeroso

UMKM BINAAN: Direktur Bank Jatim R Soeroso (tengah) melihat salah satu stan produk UMKM binaan Bank Jatim saat pembukaan Jatim Fair 2017 di Grand City Surabaya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Pameran Jatim Fair 2017 dijadikan kesempatan bagi perbankan maupun pemerintah kota/kabupaten untuk menunjukkan hasil usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya. Salah saunya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) yang turut  menampilkan produk-produk UMKM binaan dari beberapa kantor cabang Bank Jatim.

Beberapa kantor cabang yang mengajak serta UMKM binaannya di antaranya Cabang Utama Surabaya, Perak, dr. Soetomo, HR Muhammad, Cabang Syariah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, dan Blitar. Sementara produk-produk yang diboyong ke pameran UMKM terbesar di Jatim ini cukup bragam, di antaranya sangkar burung, sandal, dan sepatu kulit, produk olahan anyaman dan kayu, perhiasan, hingga coklat.

Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso mengatakan, melalui pameran ini pihaknya ingin mengenalkan produk dan layanan Bank Jatim yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM.

 “Dukungan kami dalam event ini selain sebagai bentuk dukungan kepada nasabah UMKM, tapi juga untuk peningkatan brand dan product awareness kita di masyarakat. Dengan produk dan fasilitas yang beragam, Kami ingin masyarakat lebih mengenal dan menjadi nasabah Bank Jatim," kata Soeroso.  

Selain melalui pameran, Soeroso mengatakan Bank Jatim juga terus mendorong perkembangan UMKM di Jatim melalui berbagai langkah di antaranya mengoptimalkan perdagangan dengan daerah lain melalui gelaran pertemuan Bussines to Business (B to B) pengusaha Jatim dan luar Jatim serta eksporter.

Dalam pertemuan B to B yang baru saja digelar di Surabaya misalnya, Bank Jatim mencatat nilai transaksi hingga Rp 759 miliar. Pembayaran transaksi tersebut dilakukan melalalui Bank Jatim.

“Ini juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan manfaat dan kerjasama Bank Jatim dalam mendukung potensi perdagangan di wilayah Jatim termasuk didalamnya UMKM,” kata Soeroso. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga memamerkan usaha mikro kripik tempe, batik, asesori, topeng malangan, dan IKM produk kacamata kayu, logam patung kuningan, perak, kayu, rotan original dan sintesis. "Semua usaha mikro dan IKM ini merupakan binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Perindustrian Kota Malang," kata Aan Nugraihi, penjaga stan UMKM binaan Pemkot Malang.

Kabupaten Trenggalek pun tidak mau ketinggalan. Produk produk khas kain Trenggalek hingga kerajinan tangan mamer menjadi daya tarik pengunjung. "Ini momen untuk menampilkan hasil UMKM yang telah kami bina, batik Arumi juga ada," kata istri Bupati Trenggalek, Arumi Bachsin.

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia