Selasa, 17 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Events Gresik
Fragmen Kisah Harun Tohir

Kisahkan Heroisme Pahlawan Kelahiran Bawean

Kamis, 12 Oct 2017 14:37 | editor : Aries Wahyudianto

Bima yang memerankan pahlawan nasional

HEROIK : Bima yang memerankan pahlawan nasional asal Gresik Harun Thohir dalam pementasannya di SMAM, kemarin. (Esti/Radar Gresik)

Bagi warga Gresik, nama Harun Tohir mungkin hanya diingat sebagai nama jalan di Kelurahan Pulo Pancikan, Kecamatan Kota. Namun, sosok pahlawan ini mendapat tempat di hati warga Bawean.

KISAH heroik anggota KKO (Marinir) TNI AL ini dipentaskan dalam seni teater oleh pelajar SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Mereka menampilkannya di aula SMAM 1 Gresik, kemarin. Pada tanggal yang sama tahun 1968, prajurit KKO ini dihukum mati oleh Pemerintah Singapura.

Kegiatan teater dimulai dari kilas balik kehidupan Indonesia tahun 1960-an, yang masih kental dengan permainan tradisional seperti lompat tali, cublek-cublek suweng hingga permainan seladuran. Di tengah aktifitas mereka, terdengar suara lantang Bung Karno dari radio lama yang dibawa salah satu kawan.

Bung Karno mengajak masyarakat Indonesia untuk menggganyang Malaysia yang kala itu melakukan pelecehan kepada NKRI. “Ganyang Malaysia, pertahankan Indoenesia,” teriuak Soekarno saat berpidato.

Alhasil, Indonesia melalui perintah Soekarno mengirim tiga tentara Indonesia ke Singapore yang kala itu turut memihak Malaysia. Tiga tentara tersebut, adalah Janatin, Thohir, dan Gani. Mereka menuju Singapore dengan menggunakan perahu, dimana waktu itu mereka memiliki nama samaran, yakni Janatin menjadi Usman, Thohir menjadi Harun dan Gani tetap dengan namanya.

Mereka melancarkan aksi pengeboman di MacDonald House Orchad Road di Singapura yang kala itu menjadi pusat keramaian dan perekonomian warga Melayu. “Kita akan lakukan penyusupan dan membaut mereka gaduh,” tegas Thohir sata diutus menuju Singapore.

Perjuangan mereka akhirnya terhenti karena diketahui oleh pihak Singapura dan dijatuhi hukumam mati. Mereka diadili pada tanggal 20 Oktober 1965 dan dieksekusi pada 17 Oktober pada 1968. Sebelum meninggal, Thohir sempat mengirimkan surat kepada ibunya yang kala itu di Bawean. Harun gugur  di usia muda, yakni 25 tahun. Sebelumnya, Usman dan Thohir yang tertangkap dan diadili, mendapat kunjungan dan memberikan gelar pahlawan nasional bagi mereka berdua. Thohir yang diperankan oleh Bima Aryasena ini, berhasil memukau para penonton.

Sutradara Kisah Heroik Harun Thohir, Irfan Akbar mengatakan, sebanyak 20 pelajar yang mengisahkan Harun Thohir ini sedang bersiap dalam kompetisi. Kompetisi visualisasi fragmen kesejarahan lokal diikuti pelajar di Jawa Timur. Naskah yang mereka bawakan, merupakan 5 besar naskah terbaik di tingkat Jatim yang dibuat oleh Farah Mustakim.

“Kami ingin mengennag pahlawan dengan menyampaikan kisahnya dalma bentuk teater,” terang Irfan.

Ditambahkan, kisah Harun Thohir ini ditampilkan pada bulan ia divonis dan dieksekusi hukumam mati di Singapura. Menurutnya, selama ini masyarakat Gresik khususnya hanya tahu Harun Thohir sebagai nama lapangan terbang di Bawean. Melalui teatrikal ini, dia berharap semakin banyak yang tahu dan menikmati seni peran. (est/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia