Kamis, 14 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pasang CCTV di Dua Pintu Air

Untuk Pantau Debit Air di Sungai

Kamis, 12 Oct 2017 08:37 | editor : Lambertus Hurek

PENGHUBUNG: Pintu air mlirip yang menjadi akses bagi warga di Sidoarjo dan Mojokerto. Dinas PUPR Sidoarjo saat ini sedang mengujicobakan pemasangan CCTV di sejumlah pintu air untuk mengawasi tingkat debit air.

PENGHUBUNG: Pintu air mlirip yang menjadi akses bagi warga di Sidoarjo dan Mojokerto. Dinas PUPR Sidoarjo saat ini sedang mengujicobakan pemasangan CCTV di sejumlah pintu air untuk mengawasi tingkat debit air. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

KOTA-Untuk memantau debit air di sungai, pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) di dam pintu air mulai direalisasikan. Saat ini dua CCTV telah dipasang, yakni di dam pendopo Entalsewu dan dam Grogol Tulangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sigit Setyawan mengatakan pemasangan dua CCTV itu menggandeng pihak ketiga. Menurutnya, sementara ini memang baru dua CCTV yang dipasang. “Tahapnya juga masih uji coba,” ujarnya. 

Diungkapkan, uji coba CCTV tersebut untuk memantau debit air melalui program yang sudah disinkronkan dengan CCTV. Setiap ada kenaikan elevasi di debit air akan terpantau secara otomatis. “Jika ada kenaikan signifikan, kita memiliki kebijakan untuk membuka maupun menutup pintu air dam,” terangnya. 

Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini menegaskan, jika uji coba CCTV ini berhasil, rencananya pemasangan CCTV di sejumlah pintu air akan dilakukan. Nantinya, juga akan disediakan command center sebagai ruang untuk memantau kondisi pintu air di Sidoarjo. 

“Saat ini kita lihat dulu kinerjanya seperti apa,” jelasnya.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Tarkit Erdianto mengatakan, pemantauan di sejumlah dam pintu air di kawasan Sidoarjo sangat penting. Hal itu sebagai tindak lanjut untuk meminimalisir luapan air sungai. “CCTV sangat dibutuhkan karena kita bisa memantaunya setiap saat,” jelasnya. 

Menurutnya, kondisi sungai saat ini harus menjadi perhatian. Melalui CCTV petugas tidak perlu memantau langsung ke lapangan saat hujan deras. Jika dari CCTV sudah ada volume air yang naik, maka harus ada tindakan untuk membuka maupun menutup pintu air. 

Dia menegaskan, sejumlah pintu air di Sidoarjo sangat banyak. Apalagi kawasan sungai juga dekat dengan pemukiman warga. “Kasihan jika sampai meluap ke permukiman warga,” katanya kembali. 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia