Rabu, 13 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal

Antik, Selalu Ucapkan Salam Sebelum Bobol Rumah Korban

Kamis, 12 Oct 2017 06:00 | editor : Abdul Rozack

Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suardita

SAMPEAN LUCU: Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suardita (kiri) memuji cara Mutholib membobol rumah dengan mengucapkan salam. (MOCH KHAESAR J.U/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Ada-ada saja modus maling saat ini. Seperti yang dilakukan Mutolib, 38, warga Jalan Sido Kapasan Lapangan X Surabaya ini. Setiap mengambil barang curian di rumah korban selalu mengucapkan salam. 

Dia selalu mengucapkan assalamu’alaikum sebelum dan sesudah menggasak barang. Pada saat mengucapkan salam tidak ada respon, pelaku langsung masuk rumah korban. Selanjutnya dia meninggalkan rumah, tetapi dia menjawa wa’alaikumsalam untuk menghindari kecurigaan. 

Seperti yang disampaikan Kapolsek Wonokromo Komisaris Polisi (Kompol) I Gede Suardita, jika pelaku membobol rumah Johanes Bagus Buntoro, warga Jalan Jagir Sidosermo VII. Dia mengucapkan salam sebelum mengambil HP korban, Senin (2/10), sekitar pukul 18.30 WIB. 

“Pelaku memiliki ciri khas khusus saat beraksi. Dia selalu mengucapkan salam,” terang Kompol I Gede Suardita, Rabu (11/10). Gede menambahkan pelaku ini selalu masuk ke rumah korban yang dalam kondisi terbuka. Apabila ada respon, atau pemilik rumah menanggapi salam, dia berpura-pura tanya alamat.

Mantan Kapolsek Pakal itu tidak bisa menyembunyikan rasa gelinya. Bahkan dia terpingkal-pingkal saat menyaksikan pelaku menirukan cara membobol rumah korban. Pelaku juga mengaku sudah empat kali beraksi. Sayangnya di aksi terakhirnya atau keempat, korban memergokinya

Tentu saja korban berteriak maling dan memburunya. Maling sopan ini tidak bisa menghindari amukan massa dan korban. “Kebetulan ada anggota yang sedang patroli di kawasan Jagir mengamankan pelaku dan membawa ke Mapolsek Wonokromo,” lanjutnya. 

Di hadapan penyidik, Mutholib yang berprofesi sebagai pengumpul barang bekas itu selalui beraksi di tiga aksinya. Pada saat aksi keempat dia apes dan diketahui korban. “Hasil mengumpulkan barang bekas masih kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

(sb/sar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia