Sabtu, 21 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Diiringi Reog, 1.177 KADER PDIP DIDAFTARKAN KE KPU

Kamis, 12 Oct 2017 07:20 | editor : Abdul Rozack

Ketua DPC PDIP Whisnu Sakti Buana bersama para kader PDIP Surabaya

PESERTA PEMILU: Ketua DPC PDIP Whisnu Sakti Buana bersama para kader PDIP Surabaya saat mendaftar ke KPUD Surabaya, Rabu (11/10). (ARDIANSYAH FAJAR/RADAR SURABAYA)

Sementara itu, ribuan massa PDI Perjuangan dengan berpakaian serba merah dan beberapa mengenakan pakaian tradisional melakukan arak-arakan dari kantor DPC PDIP Surabaya di Jalan Kapuas menuju kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Surabaya di Jalan Adityawarman, Rabu (11/10). 

Tercatat sebanyak 1.177 kader PDIP Surabaya yang dipimpin Ketua DPC PDIP Whisnu Sakti Buana sambil diiringi musik tradisional reog mendaftar ke KPUD sebagai peserta pemilu serentak 2019. 

Whisnu mengatakan bahwa aksi ini tidak hanya dilakukan di Kota Surabaya. Di kota-kota lain, seluruh kader PDIP juga diminta mendaftarkan diri secara langsung untuk mengikuti Pemilu 2019. Selama satu pekan ini hingga Senin (16/10), PDIP seluruh Indonesia terus melakukan pendaftaran bagi kader-kadernya yang sudah siap untuk pemilu.

"Untuk di Surabaya, kita target menang di pemilu 2019. Kita targetnya 30 kursi untuk di (DPRD) Surabaya," kata Whisnu yang juga wakil wali kota Surabaya.

Sementara terkait proses pendaftaran, Whisnu menyampaikan bahwa KPUD masih melakukan verifikasi data seluruh kader yang didaftarkan. Bahkan dalam satu hari kemarin, KPUD siap merampungkan seluruh berkas yang disetorkan.

"Jadi sampai pukul 16.00 nanti (kemarin, Red), kita ditunggu KPU untuk melengkapi berkas-berkas yang sekiranya kurang. Ini bukti keseriusan PDIP untuk mengikuti pemilu raya 2019," tegas Whisnu.

Berhubung adanya keterbatasan waktu, Whisnu mengatakan bahwa berkas yang kurang segera disusulkan. Terkait Liasion Officer (LO) pun ditinggal olehnya dan diserahkan sepenuhnya kepada KPUD. "Data yang kurang cuma foto print KTP. Untuk KTP-nya ada, cuma print-nya saja. Tapi itu harus jadi satu lembar dengan KTA-nya," ungkapnya. 

Dia menambahkan bahwa 1.177 kader yang didaftarkan ke KPUD itu sesuai Sipol atau sistem informasi politik dari DPP. "Jumlah KTA yang terekam di DPP ada empat belas ribu sekian untuk Surabaya. Tapi yang didaftarkan ini hanya 1.177. Kita hanya menyesuaikan yang didaftarkan DPP, itu yang kita lengkapi berkas fisiknya," paparnya. 

Whisnu menjelaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan langkah konsolidasi untuk persiapan menghadapi pemilukada yang semakin dekat. "Semua akan kita matangkankita menargetkan kemenangan," pungkasnya.

(sb/bae/jar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia