Minggu, 22 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

PKB Rekom Gus Ipul, Belum Sebutkan Calon Wakil

Kamis, 12 Oct 2017 07:20 | editor : Abdul Rozack

Saifullah Yusuf (kanan) berjabat tangan dengan para pengurus DPW PKB Jatim

REKOMENDASI CAGUB: Saifullah Yusuf (kanan) berjabat tangan dengan para pengurus DPW PKB Jatim termasuk Ketua Abdul Halim Iskandar (dua dari kiri) di sela sarasehan di Hotel Novotel, (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Jelang masa pendaftaran pasangan calon pada pemilu kepala daerah (pilkada) Jatim tahun 2018, partai-partai mulai mendeklarasikan calon yang diusungnya. Yang pertama diawali oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akhirnya secara resmi bakal mengusung bakal calon gubernur (bacagub) Saifullah Yusuf pada Pilkada Jatim 2018. 

Hal ini diketahui setelah surat rekomendasi dari partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu secara resmi turun kepada bacagub yang juga wakil gubernur Jatim tersebut. Namun, surat rekomendasi yang diturunkan oleh DPP tersebut belum menyebutkan soal nama bakal calon wakil gubernur (bacawagub) pendamping dari bacagub yang karib disapa Gus Ipul tersebut.

Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa keputusan surat dukungan (rekomendasi) ini sebenarnya telah dikeluarkan DPP sejak 5 Oktober lalu. Tapi karena kesibukan semua pihak, akhirnya baru bisa disampaikan kepada Gus Ipul pada Rabu (11/10) lalu.

"Setelah saya baca, memang belum ada wakilnya. Di situ dijelaskan wakil akan dibicarakan dengan partai pengusung," terang Halim di sela acara sarasehan bertema Verifikasi Partai Politik sebagai Peserta Pemilu 2019 di Hotel Novotel Surabaya, kemarin.

Selain masih harus dibicarakan dengan partai koalisi, desk pilkada DPP PKB juga masih perlu melakukan kajian siapakah nama yang layak untuk mendampingi Gus Ipul. Namun pasca-turunnya rekomendasi, kakak kandung ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar itu menegaskan bahwa partainya langsung menghidupkan mesin partai.

Hal ini demi memenangkan cagub asal Pasuruan tersebut. Salah satunya dengan berkeliling ke daerah untuk melakukan komunikasi internal dengan partai lain di tingkat second line.

Sementara itu, Desk Pilkada DPW PKB Jatim Faisal Riza mengatakan bahwa surat rekomendasi dari DPP itu menjawab semua pertanyaan besar yang sebelumnya muncul. "Saya bacakan ya keputusan SK nomor 23947/DPP/03/VI/A point/X/2017 tentang penetapan Saifullah Yusuf untuk maju sebagai gubernur Jatim dari PKB," lanjut Riza yang lantas membacakan dengan lengkap surat tersebut. 

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Jatim Badrut Tamam mengaku ada beberapa nama yang sudah diajukan ke DPP untuk mendampingi Gus Ipul menuju Grahadi-1. Nama-nama cawagub itu juga mengakomodasi calon dari partai koalisi. 

Di antaranya adalah Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi, Bupati Ngawi Budi 'Kanang' Sulistyo (kader PDIP), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kader PKB), Ketua DPW PAN Jatim Masfuk, dan Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa' Noer. "Itu nanti kami serahkan ke DPP PKB," kata Badrut. 

Menanggapi turunnya surat rekomendasi untuk dirinya dari PKB, Gus Ipul mengungkapkan rasa terimakasih atas turunnya surat keputusan tersebut. Meski sebenarnya, menurut dia, hal itu hanya formalitas. Karena, dirinya sudah menyakini sejak sebelum Ramadan lalu jika partai kaum nahdliyin itu akan memberikan dukungan kepada dirinya. 

"Bahkan sudah ditindaklanjuti dengan deklarasi di beberapa tempat. Mungkin ada yang bertanya, kok belum ada formalitas? Nah, sekarang ini sudah formal. Harapan saya dengan keluarnya surat rekomendasi ini maka konsolidasinya akan lebih enak dengan partai-partai lain," tandas Gus Ipul. 

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan bahwa dirinya ditugaskan oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar jika nantinya terpilih memimpin Jatim harus memprioritaskan pembangunan di Madura. Desain pembangunan yang mengintregrasikan semua stakeholder pun sudah dibuat agar kemajuannya bisa terukur. 

Bahkan, dirinya berencana mengundang tim ahli untuk membahas kebijakan dan anggaran khusus untuk memajukan kawasan Madura dan tapal kuda. "Juga (pembangunan) kedua pesisir selatan. Yang selama ini kita tahu ada ketimpangan antara kawasan utara dengan selatan," tuturnya.

Selanjutnya yang menjadi pesan Muhaimin ketika menerima penghargaan doctor honoris causa di kampus Unair, menurut Gus Ipul, adalah soal penguatan madrasah diniyah. Dimana selama ini sebenarnya sudah ada dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda). "PKB minta ada penguatan lagi. Sudah ada Bosda, mungkin bantuan lagi setidaknya dukungan infrastruktur," urainya. 

Yang terakhir, kata dia, Muhaimin meminta revitalisasi kawasan Gerbangkertosusila atau Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan. Selama ini, menurut dia, kawasan itu sudah sangat padat sehingga mulai berkembang ke wilayah di sekitar Surabaya. "Pak ketua umum (Muhaimin Iskandar, Red) juga ingin memastikan bahwa kehidupan demokrasi berjalan dengan baik," imbuhnya. 

(sb/bae/jar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia