Selasa, 17 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

5 Juta Perbulan, Istri Pelihara Ratusan Kucing, Donjuan Sibuk Jualin

Kamis, 12 Oct 2017 06:05 | editor : Abdul Rozack

Istri Pelihara Ratusan Kucing, Donjuan Sibuk Jualin

Grafis donjuan sibuk jual kucing (Grafis: Fajar)

Karin, 27, punya koleksi kucing ratusan ekor. Sampai-sampai dia beli rumah hanya untuk kandang kucing. Namun dari bulan ke bulan koleksi kucingnya sering hilang. Ternyata, satu per satu kucingnya dijual suaminya, Donjuan, 30.  

Umi Hany Akasah-Wartawan Radar Surabaya

Wanita yang tinggal di kawasan Gunung Anyar itu merasa sakit hati. Bukan hanya karena koleksi kucingnya makin lama berkurang, namun juga ternyata suaminya jadi pelaku utama atas hilangnya kucing-kucingnya. 

”Kebetulan dari pagi sampai malam aku kan kerja,  aku beli rumah di samping di rumahku buat kandang kucing. Jarang kontrol juga sih, soalnya aku percayakan kepada pembantu untuk bersih-bersih,” kata Karin di sela sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Rabu (11/11). 

Biasanya Karin bermain dengan kucing-kucingnya pada hari Sabtu maupun Minggu. Koleksi kucingnya pun macam macam, dari Persia, Angora, Jawa dan sebagainya. Ia mengaku sudah mengoleksi kucing sejak SMP, bahkan orang tuanya juga mendukung. Buktinya, setelah dibelikan rumah oleh orang tuanya, orang tuanya membelikan rumah lagi seharga Rp 300 juta dengan luas 200 meter persegi pada tahun 2010 hanya untuk kandang kucing di samping rumahnya. 

Setahun ia rela mengeluarkan dana Rp 10 juta untuk perbaikan kandang kucingnya. Dalam sebulan untuk kebutuhan makan maupun perawatan kucing ia anggarakan Rp 5 juta. ”Suka banget sama kucing, dulu suami juga ngaku akan menjaga kucing-kucingku dengan baik, ternyata dia malah jahat. Kata pembantuku berkali-kali suami mukulin mereka. Dan lama-lama dijualin dan uangnya buat hura-hura,” jelas wanita yang bekerja sebagai staf konsultan hukum tersebut. 

Karin tidak langsung melakukan gugatan cerai. Untuk mencari bukti kebenarannya, Karin mencari jejak-jejak kucing yang dijual oleh suaminya. Ia sampai cuti kerja dan menghitung ulang koleksi kucingnya, dan berkurang hampir 50 ekor. 

”Suami enggak ngaku awalnya. Dia mengatakan mungkin mati dan dibuang sama pembantu di rumah, sampai aku mecat pembantuku berkali kali. Tapi, lama kelamaan ya curiga, suami ketahuan masukin orang ke rumah, ternyata kucingku dibawa kabur,” papar dia. 

Sementara itu, Donjuan mengaku kalau dirinya menjual karena kucingnya sudah sakit-sakitan. ”Toh jumlah kucing masih banyak kok, istri juga enggak hafal karena sudah sibuk dengan pekerjaannya. Ya masak mau ditambah terus, yang manak lagi juga banyak,” kata dia. 

Donjuan juga merasa pengeluaran istrinya banyak untuk kucingnya. ”Bayangkan Rp 5 juta sendiri buat kucing, belum lagi pengeluaran tahunan. Buat nyicil atau beli tanah kan enak, kucing juga gak sehat. Buktinya sampai sekarang istri enggak hamil-hamil,” pungkasnya.

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia