Senin, 23 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Pajang Karya lukis Berbagai ALiran, PSLI Jaring Pecinta Seni

Kamis, 12 Oct 2017 09:20 | editor : Abdul Rozack

Ketua Sanggar Merah Putih M Anis

BERNILAI SENI TINGGI: Ketua Sanggar Merah Putih M Anis (kiri), menunjukkan salah satu lukisan yang akan turut meramaikan PSLI kepada salah seorang undangan di JX International, (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Rangkaian acara untuk menyambut Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-72 tahun masih terus berlanjut. Salah satunya yakni Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI). Kegiatan yang diselenggarakan mulai 13-22 Oktober mendatang tersebut merupakan acara tahunan yang digelar oleh Sanggar Merah Putih.

"Kami bersyukur dan bangga karena pemerintah pusat melalui beberapa kementerian, Pemprov Jatim, mitra kerja dari perusahaan dan perbankan, serta tentu saja para pelukis yang datang dari banyak wilayah Indonesia telah ikut berpartisipasi dalam pagelaran 10 tahun PSLI," ungkap M. Anis Ketua Sanggar Merah Putih dalam konferensi pers, Rabu (11/10).

Acara tersebut diikutii oleh 193 pelukis dan ratusan karya tersebut diharapkan bisa menyedot pengunjung, khususnya pecinta seni. Beberapa seniman yang ikut ambil bagian seperti Mozes Misdi asal Banyuwangi, D Gustin asal Surabaya, Amor asal Tangerang, Sukriyal asal Jakarta), Mpu Haris dari Mojokerto, dan masih banyak lagi. 

“Acara yang berlangsung 10 hari tersebut akan menampilkan karya lukis dari berbagai jenis aliran seni, seperti kontemporer, ekspresionis, abstrak dan sebagainya,” imbuh Anis.

Selama acara ditargetkan dapat menjual lebih dari 500 lukisan dengan hasil penjualan senilai Rp 3 miliar. "Target tersebut naik hampir dua kali lipat dari tahun lalu yang berhasil melakukan transaksi sebesar Rp 1,7 miliar dan terjual sebanyak 358 lukisan," lanjut Anis.

Selain mampu menjaring pecinta seni dalam negeri, acara tersebut juga diharapkan mampu menjaring pecinta seni dari luar negeri. Dengan begitu turut mendukung pariwisata di Jatim, khususnya Surabaya.

"Lukisan tidak hanya menjadi barang seni yang dipajang untuk menghias sebuah ruangan atau barang yang dijual untuk mendapat keuntungan. Tapi untuk tren saat ini, lukisan memiliki nilai investasi yang tinggi, sehingga saya berharap apresiasi masyarakat terhadap karya seni semakin meningkat," pungkasnya.

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia