Senin, 23 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Menjanjikan, Perbankan Berlomba-lomba Dorong Nasabah Beli ORI14

Kamis, 12 Oct 2017 06:55 | editor : Abdul Rozack

Dorong Nasabah Beli ORI14

Melvina Wildasari Investment Specialist Trimegah Asset Management (SATRIA NUGRAHA / RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Perbankan berlomba-lomba  mendorong nasabahnya untuk membeli Obligasi Negara Ritel atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dengan seri ORI014 yang segera diterbitkan oleh pemerintah. Alasannya, banyak penyebab yang membuat ORI ini memiliki peluang investasi yang baik, khususnya di tahun 2018.  Yakni, peluang pasar modal tahun depan diprediksi memiliki nilai investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan dana deposito.

Hal itu seperti diungkapkan Melvina Wildasari, Investment Specialist Trimegah Asset Management saat outlook ekonomi 2018 bersama BNI Emerald Special Event ORI14 di Surabaya, Rabu (11/10).

"Suku bunga rendah, tahun lalu sudah turun 4 persen, dan kini turun lagi 2 persen. Ini membuat nasabah melihat deposito tidak lagi punya return tinggi, sehingga mereka  beralih berinvestasi ke produk lainnya, seperti pasar modal," kata Melvina. 

Selain suku bunga rendah, Melvina mengatakan, inflasi rendah serta sejumlah lembaga pemeringkat  mengerek rating emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain fundamental perusahaan, langkah Standard & Poors (S&P) yang mengganjar peringkat Indonesia ke level investment grade turut mendorong kenaikan peringkat emiten dan pasar modal di dunia. 

Diakui Melvina, kondisi ekonomi di tahun 2017 tidak begitu baik daripada tahun sebelumnya. Program pengadaan infrastruktur diperkirakan menjadi penyebabnya. Di tahun 2018, kondisi perekonomian diprediksi bakal tumbuh karena pemerintah mulai mengurangi pengadaan infrastruktur dan berubah mengalokasikan untuk ritel. "Kita baru merasakan dampak infrastruktur dua hingga tiga tahun ke depan," kata Melvina. Pemerintah bakal menutup pembiayaan defisit APBN sampai akhir tahun dengan dana ORI14 dari masyarakat.

Adapun pemanfaatan dana hasil ORI ini nantinya bakal diprioritaskan untuk sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. 

“Pemerintah secara berkelanjutan telah menerbitkan ORI sebagai bagian dari langkah  untuk memberdayakan investor domestik di tengah arus investor asing yang semakin besar di pasar SBN,” kata dia. 

BNI  sebagai agen penjual tak mau ketinggalan. Perbankan plat merah itu mengarahkan nasabah emerald atau premium untuk membeli ORI14 karena peluang investasi jangka panjangnya cukup menguntungkan.

Head of Customer & Retail BNI Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya,  Widi Hartono mengatakan secara nasional ORI 14 sebesar Rp 13,4 triliun bakal dijual kepada masyarakat. "Khusus BNI Kanwil Surabaya mendapatkan jatah penjualan Rp 134 miliar dan saat ini sudah 20 persen yang dibeli nasabah," kata Widi. 

Dia mengatakan, jumlah nasabah BNI Kanwil Surabaya mencapai 2 juta  dengan jumlah nasabah emerald yang mencapai 2.000 orang. "Kami memberikan pilihan kepada nasabah emerald untuk berinvestasi, untuk jangka panjang ORI14 menjanjikan," kata Widi. 

Wealth Managemen BNI Pusat Tristian Kurniawan menambahkan, untuk mendorong nasabah membeli ORI4, BNI menggunakan seluruh channel distribusi yang ada dalam menawarkan ORI014. BNI juga menawarkan dengan reward program bagi investor yang membeli melalui program cash-back dan disediakan hadiah menarik.

"Kami berharap prospek penjualan ORI014 dengan kupon 5,85 persen akan tetap baik, kami salah satu agen penjual yang ditunjuk akan berupaya lebih maksimal dan optimal, salah satunya membuat program referral yang menarik bagi tenaga pemasar yang menjual ORI 014," kata Tristian.

Tak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, ORI013, batas minimum dan maksimal pembelian masing-masingnya masih diatur di angka Rp 5 juta dan Rp 3 miliar. Ada 18 perbankan dan agen pasar modal yang turut menjadi agen penjual ORI 14.  Sementara itu, pembayaran kupon ORI yang pertama kalinya bakal dilakukan pada 15 November 2017, selanjutnya harus dibayarkan secara rutin di tanggal 15 setiap bulannya.

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia