Sabtu, 21 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Antisipasi Kanker Sejak Dini

Jangan Malu Periksa Dini Gangguan Haid

Rabu, 11 Oct 2017 17:43 | editor : Abdul Rozack

Ketua Umum GOW Surabaya Asrilia Kurniati (kanan) bersama Dokter Hendra Surya Ratsmawan

TALKSHOW: Ketua Umum GOW Surabaya Asrilia Kurniati (kanan) bersama Dokter Hendra Surya Ratsmawan SpOg (tengah) dalam talkshow kesehatan di Convention Hall Grand City Surabaya (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Surabaya – Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Surabaya Asrilia Kurniati memberikan tips pentingnya mengantisipasi terjadinya kanker sejak dini. Salah satunya adalah memperhatikan gangguan haid yang dialami wanita di usia kurang dari 20 tahun dengan memeriksakan ke dokter. 

“Jangan malu untuk memeriksakan sejak dini jika ada anak kita atau wanita di usai kurang dari 20 tahun yang mengalami gangguan haid. Tujuannya, untuk mengetahui apakah gangguan haid ini berbahaya atau tidak. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Leeya, sapaan akrab Asrilia Kurniati, saat didapuk menjadi guest star dalam acara talkshow kesehatan bertajuk Gangguan Haid pada Wanita di Convention Hall Grand City Surabaya, Selasa (10/10).

Menurut Leeya, banyaknya wanita yang mengidap kanker serviks, kista, dan penyakit gangguan haid lainnya adalah karena ketidaktahuan tentang pencegahan kanker sejak dini. 

“Maka dari itu, para perempuan harus sadar untuk melakukan upaya pencegahan kanker serviks. Salah satunya, seperti yang saya lakukan dengan vaksinasi atau pap smear,” tambahnya.

Dokter Hendra Surya Ratsmawan SpOg, narasumber talkshow, mengatakan, pencegahan dari virus, penyakit menular, dan bakteri bisa dilakukan dengan vaksinasi yang sudah dapat diberikan sejak usia 10-55 tahun. Sedangkan, cara kedua adalah melakukan pap smear yang hanya bisa dilakukan pada perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual. 

“Paling baik adalah tiga bulan setelahnya (berhubungan seksual). Vaksinasi lebih efektif jika dilakukan bagi wanita yang belum pernah berhubungan seksual atau usia dini," jelas dokter yang berpraktik di salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak di Surabaya.

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia