Minggu, 22 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Features

Belajar Kerja Sama lewat Lomba Bakiak

Rabu, 11 Oct 2017 09:00 | editor : Abdul Rozack

Lomba Bakiak

Lewat permainan tradisional ini kami ingin melestarikan kebudayaan kepada generasi muda yang selama ini lebih lekat dengan gadget (BAEHAQI ALMUTOIF/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Ada pemandangan berbeda di lingkungan siswa SDN Klampis Ngasem I. Para siswa mengenakan pakaian tradisional, selain itu mereka tampak bahagia dan antusias mengikuti lomba permainan tradisional, seperti lomba balap bakiak, balap kelereng, dan lain sebagainya. Meski terlihat kesusahan, namun mereka tampak bahagia untuk memperebutkan sebagai juara. 

Salah seorang siswa, Karina Tiara Putri Yusuf harus berusaha keras memadukan langkah bakiak bersama dua orang temannya. Dengan aba-aba, mereka bertiga berusaha keras mencapai garis finis untuk pertama kali. "Belum pernah berlomba seperti ini. Sempat takut sih, tapi akhirnya bisa," ujar Kirana, Selasa (10/10). 

Semangat untuk menjadi perlombaan bukanlah yang terpenting. Namun, lewat permainan tradisional ini siswa bisa belajar kerja sama dan menumbuhkan jiwa sosial antara siswa satu dan yang lainnya. 

Owner Impact Plus Jane Permana mengatakan, pihaknya memang tengah menggelar perlombaan permainan tradisional di 30 sekolah negeri dan swasta di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Selain melombakan balap kelereng estafet, juga ada lomba lingkungan dan mewarnai. "Kami ingin melestarikan budaya dan tingkatkan nasionalisme," kata Jane. 

Diakui olehnya, lomba ini berawal dari keprihatinan Jane akan banyaknya anak-anak yang disebut sebagai generasi menunduk. Bukan karena malu atau lainnya. Melainkan disebabkan oleh gadget. 

"Saya beberapakali ke guru-guru waktu saya sekolah dahulu. Mereka mengatakan, anak sekarang jago kandang. Ketemu diam saja, sama kiri dan kanan tidak tahu (kenal)," urainya.

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia