Minggu, 24 Sep 2017
radarsurabaya
Hukum & Kriminal

Donjuan Muntab, Pergoki Karin Dibonceng Kakak Ipar

Kamis, 14 Sep 2017 21:40 | editor : Abdul Rozack

ilustrasi

ilustrasi (Grafis: Fajar)

Cinta bikin buat persaudaraan hancur lebur. Si Donjuan, 39, pun tega menceraikan istrinya, Karin, 32, yang sedang mengandung karena melihatnya dibonceng oleh kakak Donjuan, sebut Donwori, 45. Dalih perceraiannya, adalah istri tidak izin saat digonceng kakak Donjuan.

Umi Hany Akasah-Wartawan Radar Surabaya

Donjuan punya prinsip jika seluruh kegiatan istri harus atas seizinnya. Jika tidak, pria yang bekerja sebagai notaris muda itu bakal marah dan mengobrak abrik istrinya. Bisa dengan mengusir dari rumah, hingga memukul istrinya. 

Meski demikian, Karin hanya diam beribu bahasa. Karin memilih diam bahkan saat suaminya menuduhnya dosa karena dibonceng oleh kakar iparnya.

"Saya diceraikan suami karena ia melihat saya dibonceng kakak ipar. Emang ini kesalahan saya enggak pamit. Tapi waktu itu terpaksa, waktu di rumah mertua, perut mules dan kenceng akhirnya saya dianter ke rumah sakit," kata Donjuan di sela- sela talak cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Selasa (12/9).

Waktu itu kehamilannya sudah 7 bulan. Karin sedang berkunjung ke rumah mertuanya di kawasan Wonorejo, atau tidak jauh dari rumahnya. Karena di rumah mertuanya, hanya ada ibu mertua dan kakak ipar. Maka kakak ipar mengantarkannya lantaran tidak ada mobil di rumahnya. Si Donjuan juga sedang bekerja dan dihubungi sedang tidak aktif. 

"Namanya, orang nglarani. Ya masak bakal ngerti kalau bakal sakit. Kirain sudah mau melahirkan, tapi sampai rumah sakit hanya kenceng dan kontraksi aja, setelah itu enggak terjadi sakit," tambah Karin kepada Radar Surabaya.

Donjuan baru tahu jika istri sakit, setelah dua jam. Dia pun langsung ke rumah sakit dan menanyakan kejadiannya. Karena tidak jadi melahirkan dan tahu diantarkan kakaknya saat itu pula Donjuan memukul Karin. Donjuan juga menuding kakaknya mencari kesempatan dalam mendekati Karin. 

"Mau tinju-tinjuan di rumah sakit, ibu mertua nangis jerit-jerit," terangnya.

Keesokan harinya, Donjuan langsung mengajukan talak cerai di Pengadilan Agama Klas 1 A Surabaya. Namun, majelis hakim menolak karena Karin dalam kondisi hamil. Karin frustasi, terlebih suaminya sudah tidak mau pulang ke rumahnya di kawasan Wonorejo.

Karin merasa sakit hati karena Donjuan tidak mau mengakui anaknya. Donjuan juga tidak mau menunggui proses persalinannya karena menuding anak yang dikandung istrinya adalah buah dari kakak ipar alias kakak kandung Donjuan.

"Sebenarnya yang marah itu ya aku, tapi malah kebalik. Aku dituding enggak-enggak sama suami. Aku dicerai," kata Karin yang sudah melahirkan buah hatinya empat bulan lalu.

Sementara Donjuan tidak berkomentar apa-apa. Ia mengaku kalau sudah tidak percaya istrinya karena dibonceng pria lain. 

"Dari awal dia sudah tahu saya cemburuan, harusnya jaga sikap. Lha kok nyosor aja sama orang laki," kata Donjuan sembari pergi keluar Pengadilan Agama.

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia