Kamis, 23 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal
2 Remaja Putri, Salah Satunya Mahasiswi

Jual ABG Pelajar Lewat WhatsApp dan Line, Tarif Rp 1 juta

Kamis, 14 Sep 2017 19:27 | editor : Abdul Rozack

MALU: Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim, Kompol Putu Mataram (kanan) didampingi Kanit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Yasinta Mau, (kiri) menunjukkan barang bukti Jual ABG dibawah Umur, Mahasiswi Diringkus

MALU: Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim, Kompol Putu Mataram (kanan) didampingi Kanit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Yasinta Mau, (kiri) menunjukkan barang bukti Jual ABG dibawah Umur, Mahasiswi Diringkus (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kejahatan bisnis lendir surabaya yang dijalankan dua remaja putri yang berperan sebagai mucikari memanfaatkan Media WhatsApp dan Line.

Kepada pelangganya tersangka mematok tarif Rp 1 juta dalam sekali berhubungan badan. Untuk tersangka sendiri mendapatkan bagian Rp 300 ribu, sedangkan sisanya untuk korban. 

“Setelah kami lakukan pengembangan, akhirnya tim berhasil menangkap AS, di Hotel Malibo Jalan Ngagel Surabaya,” ujar Yasinta kepada Radar Surabaya. 

Tak hanya itu Yasinta menjelaskan bahwa AS ini ditangkap saat membawa dua korbanya yang berinisial EF, 14 dan SI, 16, warga Surabaya. Saat itu keduanya sudah dibooking oleh salah satu lelaki hidung belang.

Sementara itu saat ditanyai wartawan, mengenai modus perekrutan korban untuk bisnis lendir surabaya salah satu tersangka membantah bahwa memberikan iming-iming uang. Namun tersangka malah menjelaskan bahwa korban sendiri yang minta dijual.

“Saya nggak nawari uang atau gaji mahal. Tapi korban sendiri yang ingin dijual untuk melayani kepuasan para pelanggan,” kata tersangka Ayus Sriwulan. 

Dijelaskan Ayu, bahwa dia melakukan bisnis lendir surabaya itu sudah berlangsung tiga bulan belakangan ini bersama jaringanya. Uang hasil bisnisnya itu dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Surabaya. 

Dari penangkapan terhadap kedua tersangka polisi berhasil menyita barang bukti uang tunai Rp 2, 6 juta, empat buah bill hotel, satu lembar bukti transfer Bank BCA, satu buah ATM BNI, satu buah KTP, dua buah HP merk Vivo dan Oppo dan satu buah hisense Andromax.

“Kedua tersangka sudah kami tahan. Dan bakal kami jerat Pasal 88 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan atau Pasal 2 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang penghapusan tindak pidana perdagangan orang (PTTPO). Ancaman hukumanya 10 tahun penjara,” pungkasnya.

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia